Guru Tohir Rohili Kampung Melayu adalah ulama NU.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan lembaga pendidikan
3.1 Mendirikan lembaga pendidikan penyaiaran radio
3.1 Mendirikan Majelis Taklim
4. Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Guru Tohir lahir pada 1920 M, di Bukit Duri, Kampung Melayu, Jakarta.
1.2 Wafat
Guru Tohir wafat pada bulan Shafar 1420 H yang bertepatan dengan hari Kamis 27 Mei 1999. Ia dikebumikan di Kompleks Masjid At-Thahiriyah, Bukit Duri, Kampung Melayu. Kini kompleks Masjid At-Thahiriyah tetap ramai oleh para pelajar di hari aktif belajar-mengajar. Di samping itu, kompleks masjid kerap menjadi lokasi pengungsian bagi korban banjir luapan Kali Ciliwung yang melintasi kawasan rendah Kampung Melayu.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Guru Tohir Rohili berasal dari Kampung Melayu, sebuah daerah yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat. Sejak kecil, beliau sudah menunjukkan minat yang besar terhadap ilmu agama. Pendidikan awalnya dimulai di kampung halamannya, di mana beliau belajar dasar-dasar Islam, Al-Qur'an, dan hadis dari para ulama setempat.
Keinginan yang kuat untuk memperdalam ilmu agama mendorong Guru Tohir Rohili untuk meninggalkan kampung halamannya dan mengembara ke berbagai tempat yang dikenal sebagai pusat-pusat keilmuan Islam.
2.2 Guru-Guru:
Guru Tohir menghabiskan pendidikannya dengan belajar kepada:
- Habib Ali bin Husein Al-Atthas (Cikini) atau sering dipanggil Habib Ali Bungur,
- Guru Marzuqi (Muara),
- Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang),
- Guru Madjid (Pekojan),
- Syekh Yasin Al-Fadani (Makkah), dan banyak guru lainnya.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan
Pada 21 Januari 1951 (12 Rabiul Awal 1770 H), ia mendirikan lembaga pendidikan Islam dengan nama Madrasa Diniyyah At-Thahiriyah. Dalam perkembangannya madrasah ini telah menjadi Universitas Islam At-Thahiriyah.
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan Penyiaran Radio
Pada tahun 1967 lembaga pendidikan ini membuka radio dengan nama Radio At-Thahiriyah untuk kegiatan dakwah Islam. Sejak 1968, telah dibentuk Yayasan Ad-Diniyah At-Thahiriyah dengan pendiri utamanya Guru H. Muhammad Tohir bin H. Rohili, Salbiyah Ramli, Hj Suryani Tohir. Lembaga ini mempunyai peran sangat besar dalam kegiatan dakwah Islam di Jakarta, (Tim Peneliti, Ulama-Ulama Betawi yang dikutip Fadhli HS).
3.1 Mendirikan Majelis Taklim
Setelah tingg
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

