Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Anwari Faqih (Kyai Berik)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Anwari Faqih (Kyai Berik)

wafat 2014 M · 8.116 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Anwari Faqih (Kiai Berik) adalah ulama NU.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Mendirikan Lembaga Formal
3.3  Pekerja Keras dan Visioner
3.4  Menyebarkan Gagasan Melalui Silaturahmi

4.    Chart Silsilah Sanad Guru

5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Anwari Faqih atau yang kerap disapa dengan panggilan Kyai Berik lahir di Desa Kebuntelukdalam, Bawean.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Anwari Faqih menikahi dengan Nyai Adifah putri dari Bapak Asyari. Dari pernikahan beliau dikaruniai dua putra dan dua putri, di antaranya:
1. Laili Muji Rahman,
2. Moch. Lutfi,
3. Lis Isnaningsih,
4. Farah Diana.

1.3 Wafat
KH. Anwari Faqih wafat pada hari Jum'at 5 Desember 2014, di usainya yang ke-74 tahun.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Kyai Anwari Faqih memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo. Di sana beliau belajar langsung kepada KH. Zaini Mun’im, pengasuh sekaligus pendiri Pesantren Nurul Jadid. Di samping itu beliau juga berguru kepada KH. Hasan Abdul Wafi, menantu KH. Zaini, yang terkenal kealiman dan ketegasannya di Jawa Timur.

Kyai Anwari Faqih belajar di Pesantren Nurul Jadid sekitar lima tahun lamanya pada tahun 1970-an bersama teman-teman sejawatnya dari Bawean, salah satunya, KH. Abdul Aziz, Kyai Hilmi, Kyai Nawawi, Kyai Abdur Rauf, Kyai Zaini, Kyai Sarbini Dahlan dan lain-lain. Waktu di pondok, beliau dikenal sangat dekat dengan pengasuh, bahkan sering kali pengasuh memanggil Kyai Anwari muda untuk kepentingan pesantren.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Zaini Mun’im,
2. KH. Hasan Abdul Wafi.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Mendirikan Pesantren
Sekalipun alumni pesantren, awal mula kembali ke masyarakat (Kebuntelukdalam), Kyai Anwari tidak langsung dipercaya oleh masyarakat untuk mengajar ngaji apa lagi mendirikan pesantren. Mungkin hal ini wajar karena usianya belaiu yang masih muda dan gayanya yang nyentrik. Tidak seperti santri yang lain yang selalu setia dengan kopiah, sorban dan sarung khas seorang santri.

Awal-awal kembali ke masyarakat, beliau tidak terlalu familiar dengan sarung dan kopyah, bahkan sering keli

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+