KH. Hasan Abdul Wafi Ulama Nahdlatul Ulama Pesantren Nurul Jadid Proboinggo Jawa Timur
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Mengabdi di Pesantren
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
3.2 Kisah
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1. Lahir
KH. Hasan Abdul Wafi lahir pada tahun 1923 di Desa Sumberanyar, Tlanakan, Pamekasan, Madura. Sekitar tahun 1938, KH. Hasan Abdul Wafi sudah menjadi yatim piatu, karena sejak usia menginjak enam tahun, ibunda tercintanya wafat dan Lima tahun kemudian, ayahandanya menyusul kepada Sang Khalik.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1958 dalam usia 35 tahun Kyai Hasan Abdul Wafi melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Hj. Aisyah Zaini, putri kesayangan Kyai Zaini Mun’im. Buah dari pernikahannya mereka dikaruniai 12 putra-putri. Anak-anak beliau diantaranya:
- M. Ramli (wafat di usia 9 bulan)
- Seorang perempuan (wafat di usia balita dan belum sempat diberi nama)
- KH. Kholilurrahman
- Nyai Hj. Ja’faroh
- Nyai Hj. Hamidah
- Nyai Hj. Salma
- Nyai Hj. Latifah
- Nyai Hj. Nur Khotimah
- KH. M. Maemun
- Nyai Hj. Hilmiyyah Makkiyyah
- KH. Abdurrahman
- KH. M. Amin.
1.3 Wafat
KH. Hasan Abdul Wafi wafat pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2000. Beliau dimakamkan di lingkungan Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, tidak jauh dari Komplek Pemakaman para kyai pengasuh Nurul Jadid.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntu Ilmu Pendidikan
Sejak kecil, KH. Hasan Abdul Wafi telah mendapatkan pendidikan agama langsung dari ayahandanya, KH. Miftahul Arifin. Terutama dalam pelajaran Al-Qur'an, fiqih dan tafsir.
Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya dengan berguru pada KH. Abdul Majid bin KH. Abdul Hamid bin KH. Isbat Banyuanyar (wafat 1957) di Pesantren Bata-bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan. Pesantren ini didirikan pada tahun 1363 H/1943 M dengan nama Pesantren Mamba’ul Ulum, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Pesantren Bata-bata.
Di pesantren ini, beliau langsung dipercaya oleh Kyai Abdul Majid untuk membantu mengajar dan mendidik para santri. Dalam mengajar, KH. Abdul Wafi merupakan sosok guru yang telaten. Tak jarang beliau membantu beberapa santri yang mengalami kesulitan dalam muthala’ah (mengulang materi pelajaran).
KH. Abdul Wafi kemudian diminta oleh gurunya untuk memperdalam ilmunya ke Probolinggo dan berguru kepada KH
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

