KH. Usman Abdurrohman Mranggen adalah ulama NU.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Usman Abdurrohman Mranggen
- Kelahiran
- Wafat
- Pendidikan
- Mendirikan Pesantren
- Mendirikan Madrasah
- Sosok Pendakwah
- Chart Silsilah Sanad
Kelahiran
KH. Usman Abdurrohman dilahirkan di Mranggen, Demak. Beliau merupakan putra pertama dari KH. Abdurrohman Mranggen. Adik kandung beliau adalah KH. Muslih al-Maraqi.
Wafat
KH. Usman Abdurrohman wafat pada tahun 1967. Beliau meninggalkan berbagai kemajuan selama masa kepemimpinan beliau di Futuhiyyah. Kemajuan selama masa kepemimpinan KH. Usman diantaranya penataan manajemen pesantren, penataan manajeman madrasah, dan pendidikan seni dan keterampilan.
Selain itu masih banyak kemajuan kemajuan dan peran sertanya dalam pendidikan pesantren atau dalam perjuangan meraih kemerdekaan.
Pendidikan
KH. Usman Abdurrohman memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada orangtuanya. Setelah selesai, beliau melanjutkan dengan mondok ke Brumbung Mranggen Demak yang di asuh oleh KH. Ibrohim.
Selepas dari Brumbung, ia meneruskan belajar di pondok pesantren Lasem yang diasuh oleh KH Kholil dan KH. Ma'shum. Sekembalinya dari pesantren Lasem, pada tahun 1926 beliau berusaha mengembangkan pesantren Futuhiyyah dan pada tahun 1927 diserahi tanggung jawab mengelola pesantren di bawah pengawasan KH. Abdurrohman.
Mendirikan Pesantren
KH. Usman Abdurrohman akhirnya membuka pesantren khusus putri yang diberi nama An-Nuriyyah, sampai akhir hayat beliau tetap membantu pengajaran di pondok Futuhiyyah meski ia sudah memiliki pesantren sendiri.
Mendirikan Madrasah
Pada tahun 1927, KH. Usman Abdurrohman dibantu oleh adiknya, KH. Muslih, berusaha mendirikan madrasah yang kemudian diberi nama Futuhiyyah atas usulan adiknya. Namun madrasah yang baru berjalan satu tahun ini diminta NU untuk merealisasikan progam pendidikannya, tetapi perkembangan tersendat sendat dan akhirnya hilang. Selanjutnya tahun1929 beliau mendirikan madrasah lagi, namun tidak lama dibedol lagi oleh NU cabang Mranggen, dan nasibnya pun sama.
Sekitar tahun 1931, pimpinan diserahakan kepada KH. Muslih dan berhasil mendirikan madrasah tidak boleh dipindah atau dibedol. Setelah itu KH. Muslih pergi mondok lagi dan kepemimpinan pondok diserahkan lagi kepada KH. Usman dan madrasah diserahkan kepada KH. Murodi beserta para guru.
Setelah KH. Muslih pulang dari Termas sekitar tahun 1935 kepemimpinan pondok diserahkan kepadanya. Hal ini karena ia lebih memusatkan perhatiannya dakwah keliling dan NU cabang Mranggen, sedangkan KH. Murodi melanjutkan belajar di Makkah.
Sosok Pendakwah
Usaha dakwah yang dilaksanakan oleh KH. Usman Abdurrohman lebih banyak yang berorientasi keluar, dalam arti lebih sering melakukan dakwah keliling. Dakwah keliling yang beliau lakukan berbentuk masrokhiyah (seni teater, sandiwara) dengan musik rebana yang dipandu dengan tarian zipin dan pencak silat yang disisipi ceramah agama.
Beliau lebih terkenal sebagai sosok seorang
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

