Junaid Al Baghdadi ulama Baghdad ahli fiqih ahli tafsir islam muslim
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3 Penerus Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Kisah-kisah
4.1 Kisah Imam Junaid dan Pengemis
4.2 Pegulat Tangguh yangdiangkat Derajat Kewaliannya
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Nama lengkap Abu al-Qasim al-Junaid ibn Muhammad al-Junaid al-Kharaz al-Qawariri al-Baghdadi memiliki julukan (laqab) Abu al-Qasim. Julukan “al-Qawariri” disandarkan kepada profesi ayahnya, penjual kaca. Al-Junaid kemudian mendapat julukan al-Kharaz, yang artiya pedagang sutera, karena memang ia seorang pedagang sutera di kota Baghdad.
Beliau lahirdi Baghdad, tahun kelahiran Junayd masih belum bisa ditentukan secara pasti sampai sekarang Namun, diperkirakan dia lahir sekitar tahun 210 H. Bedasarkan penghitungan masa mudanya ketika belajar hadis dan fikih di bawah bimbingan Abu Tsur Ibrahim bin Khalid al-Kalbi al-Baghdadī (w. 240 H), di mana pada saat itu diperkirakan Junaid berumur 20 tahun, sedangkan pendidikannya hanya memakanwaktu 3 sampai 5 tahun.
1.2 Wafat
Junaid wafat di Baghdad, kota kelahirannya, pada hari Jum’at petang tahun 298 H.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Awal pendidikan Junaid dimulai dengan belajar ilmu pengetahuan agama pada paman dari pihak ibunya, yakni Abu al-Ḥasan Sari ibn al-Mughallis al-Saqaṭi (w. 253). Beliau adalah murid dari Ma‘ruf al-Karkhi (w. 200 H) dan merupakan salah seorang sufi yang terbilang di kota Baghdad. Perlu diketahui bahwa kata Sari al-Saqaṭi yang ditambahkan pada nama paman Junaid disebabkan oleh tabiatnya yang selalu menetap dirumah dan sangat jarang keluar rumah kecuali untuk salat berjamaah dan Jum’at. Sari al-Saqaṭi wafat pada usia 98 tahun, tepatnya setelah azan salat Subuh pada hari Selasa tanggal 6 Ramadan 251 H. Jasad tokoh sufi yang mulia ini dimakamkan pada hari yang sama setelah salat Asar di daerah Syawniziyah, Baghdad.
Perjalanan pendidikan tasawuf yang dialami Junayd juga diwarnai oleh ajaran- ajaran Abu Abd Allāh al-Ḥarits ibn Asad al-Muḥasibi, sufi keturunan Arab yang lahir di kota Basrah pada tahun 165. Nama ‘al-Muḥasibi’ yang terdapat dibelakang namanya berasal dari doktrin-doktrinnya yang selalu berujung pada introspeksi diri, yaitu menghitung danmemeriksa hati nurani secara terus-menerus. Berbeda dari didikan Sari dan Abu Ja‘far al-Qaṣṣab yang sarat dengan spiritual dan khalwat, al- Muḥasibi selalu menga
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

