Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Muhammad Syarwani (Guru Bangil)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Muhammad Syarwani (Guru Bangil)

1916 – 1990 M · 26.284 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Muhammad Syarwani Guru Bangil Ulama Nahdlatul Ulama Pasuruan Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3.         Penerus
3.1       Anak-Anak
3.2       Murid-Murid

4.         Organisasi, Karya, dan Karier 
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karya-Karya
4.3       Karier 

5.         Karomah
5.1       Wali Tersembunyi Guru Bangil dan Kyai Hamid

6.         Referensi
7.         Chart Silsilah Sanad

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Syekh Syarwani atau yang lebih dikenal dengan Guru Bangil, nama lengkapnya adalah Al-‘Alim Al-Fadhil Syekh Muhammad Syarwani bin ‘Abdan bin Yusuf bin Ahmad bin Sholih bin Thohir bin Syamsuddin bin Sa’idah binti Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari. Ibunya bernama Hj. Ulik binti H. Abdul Ghoni bin H. Abdul Rahim bin H. Abu Su’ud bin Syekh Badruddin bin Syekh Kamaluddin. Beliau lahir tahun 1915 M/ 1334 H di Kampung Melayu Ilir Martapura.

1.2 Riwayat Keluarga
Di Kota Bangil inilah Guru Bangil menikah pada usia sekitar 30 tahun, beliau memiliki beberapa istri. Istri pertama bernama Bintang binti Abdul Aziz, istri kedua bernama Gusti Maimunah dan istri ketiga bernama Fauziah. Dari hasil perkawinannya dengan beberapa istrinya ini beliau mendapatkan 28 anak. Dari ke-28 anaknya itu, KH. Kasyful Anwar, anak tertua yang berprofesi sebagai Dosen IAIN/UIN Sunan Ampel, yang kemudian menggantikan posisi beliau di Pesantren Datuk Kalampayan.

1.3 Wafat
Beliau wafat pada hari Senin malam Selasa tanggal 13 Safar 1410 H/11 September 1989, sekitar jam 19.00 di usia 74 tahun. Dan dimakamkan di Pemakaman Al-Haddad Dawur Bangil, dekat Qubah Makam Habib Muhammad bin Ja’far Al-Haddad. Lokasi itu tak jauh dari pondok pesantren yang dibinanya di Bangil, Jawa Timur.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu

Pendiri Pondok Pesantren Datuk Kalampayan Bangil ini, pada usia mudanya setelah mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Darussalam Martapura pimpinan Syekh Kasyful Anwar Al-Banjari, kemudian beliau bermukim di Bangil untuk menuntut ilmu kepada ulama-lama besar seperti KH. Muhdor Gondang, KH. Bajuri Bangil, KH. Ahmad Jufri Pasuruan, dan KH. Abu Hasan Wetan Alun Bangil.

Pada usia 16 tahun, beliau bersama sepupunya Syekh Al-Mufassir Walmuhaddits Anang Sya’roni Arif pergi ke tanah suci untuk menuntut ilmu agama kepada ulama besar di sana dalam pengawasan dan bimbingan penuh Syekh Muhammad Kasyful Anwar Al-Banjari. Di sana beliau berguru dengan sejumlah ulama besar antara lain: As-Sayyid Muhammad Amin Kutbi Al-Hasaniy Al-Madani, Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani Al-Makki, Syaikh Umar Hamdan Al-Mah

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+