KH. R Muhammad Sudja`i Ulama Nahdlatul Ulama Bandung Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Organisasi, Karier dan Karya
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya Beliau
5 Referensi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. R Muhammad Sudja`i terlahir dari pasangan KH. Gozali dengan Hj Siti, Lahir di Sindangsari Cileunyi tahun 1901.
1.2 Wafat
KH. R Muhammad Sudja`i wafat tahun 1984, dikuburkan di komplek Pesantren Al-Jawami, Cileunyi Bandung.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pada masa itu, beliau menuntut ilmu (mesantren) di Cibaduyut Bandung, Gentur Cianjur (KH. Syatibi), Banjar Ciamis, dan Pesantren Sukamiskin dibawah asuhan KH. Dimyati.
Sejak kecil, KH. R Muhammad Sudja`i mendapatkan pendidikan agama yang sangat kuat dan disiplin dari kedua orang tuanya. Seperti budaya santri-santri dulu, KH. R Muhammad Sudja`i mulai mencari ilmu agama di berbagai pesantren. Pesantren yang pertama yang dijejaki oleh beliau adalah di Panyaungan dan berguru kepada KH. Nahizzudin yang jaraknya kurang lebih satu kilometer dari rumahnya.
KH. R Muhammad Sudja`i sempat nyantri di pesantren yang ada di Cinunuk dan beliau belajar pindah ke Cianjur beguru kepada Mama Gentur (KH. Syatibi) Ciamis, di daerah Garut dengan KH. Faqih bin KH. Adza’i kemudian di Sukabumi dan belajar ke pesantren Gunung Puyuh, kemudian belajar lagi ke Banjaran beberapa tahun kemudian pulang lagibelajar di pesantren Suka Miskin di bawah asuhan KH. Dimyati, terakhir itu beliau .
2.2 Guru-guru Beliau
Guru-guru beliau saat menuntut ilmu adalah:
- KH. Nahizzudin
- KH. Syatibi
- KH. Faqih bin KH. Adza’i
- KH. Dimyati
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
Setelah mondok, beliau mendirikan pesantren Sindangsari. Pendirian pesantren ini didukung penuh dari ayah, paman, dan saudara-saudaranya (H. Tamim, KH. Siroji, dan KH. Dimyati). Pesantren Sindangsari menunjukan perkembangan yang pesat. Tahun 1960, mulai dibangun bangunan yang lebih layak. Pembangunan ini didukung oleh salah seorang mantunya, KH. R. Totoh Abdul Fattah.
Tahun 1977, nama pesantren Sindangsari diubah menjadi Al-Jawami. Pemilihan nama Al-Jawami, kuat dugaan, berdasarkan pengertiannya, lengkap
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

