KH. Muhyiddin Pagelaran, Mama Pagelaran, Ulama, Nahdlatul Ulama, Subang, Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
4 Jasa, Karier dan Karya
4.1 Jasa Beliau
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya Beliau
5 Referensi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhyiddin adalah seorang ulama besar yang lahir di Garut, tepatnya di sebuah daerah yang bernama Kampung Banyuresmi. Beliau lahir tepat pada saat gunung krakatau meletus sekitar tahun 1882. KH. Muhyiddin adalah putra dari pasangan suami istri Bapak Ahmad Narif dan ibu Eno. sejak kecil KH. Muhyiddin sudah terlihat cerdas dan pintar, karena itu, beliau kemudian dimasukan ke beberapa pesantren yang berada didaerah Garut.
KH. Muhyiddin merupakan pendiri Pesantren Pagelaran, salah satu pondok pesantren tertua di Jawa Barat. Pesantren ini berdiri di tiga tempat. Dua diantaranya di Kabupaten Subang, yaitu Pagelaran I di Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang dan Pagelaran III di Desa Gardusayang, Kecamatan Cisalak. Sementara satu lagi berada di pusat Kota Sumedang, yaitu Pesantren Pagelaran II.
1.2 Wafat
Beliau meninggal dunia pada tahun 1973 dalam usia 93 tahun dan dimakamkan di kompleks Pesantren Pagelaran I Cimeuhmal Kecamatan Tanjungsiang.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pesantren terakhir tempat beliau menuntut ilmu adalah pesantren milik KH. Abdul Hamid, yang kemudian menjadi mertuanya; ayah dari istri pertamanya yaitu Ibu Quraesyin. KH. Muhyiddin telah menjadi seorang ulama walaupun usianya masih muda. Beliau menjadi tokoh panutan yang begitu dekat dengan masyarakat yang pada saat itu sangat mendambakan sosok tokoh yang mengerti tentang agama Islam. bersama KH. Abdul Hamid, beliau berdakwah dan mendidik masyarakat yang masih sangat minim terhadap pengajaran agama. Berkat dakwah beliau, kekacauan-kekacauan yang kerapkali terjadi di masyarakat pun akhirnya bisa terkendali.
2.2 Guru-guru Beliau
KH. Abdul Hamid
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
Dalam perjalanannya, KH. Muhyiddin mendirikan pesantren di tiga lokasi, yang diberi nama ‘Pagelaran’. Yakni, Pagelaran I di Kampung Cimeuhmal Kecamatan Tanjungsiang, Subang; Pagelaran II di pusat Kota Sumedang; dan Pagelaran III di Desa Gardusayang Kecamatan Cisalak, Subang.
Pada 1900, Bupati Sumedang, Pangeran Mekkah, meminta Bupati Limbangan (sekarang Garut) mengirim tokoh agama untuk menyebarkan Islam di daerahnya. Saat itu, atas permintaan Bupati Limbangan, KH. Muhyiddin berangkat untuk mengajarkan Islam di Sumedang, tepatnya di daerah Cimalaka, yang sekarang di
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

