Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Moch Anwar, Pendiri Pesantren Muftahul Ulum, Subang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Moch Anwar, Pendiri Pesantren Muftahul Ulum, Subang

1924 – 2002 M · 11.224 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Salah seorang santri sekaligus teman perjuangan Kyai Anwar, KH. Abdu Manaf menjelaskan, pada tahun 1984 Kyai Anwar mendirikan Pesantren Miftahul Ulum yang berlokasi di Subang kota. Sejak 1991 Kyai Manaf mulai terlibat aktif dalam mengelola Pesantren tersebut.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Karya-Karya
5.    Chart Silsilah Sanad
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Moch Anwar lahir pada tanggal 17 Mei 1924, di Desa Cikeuyeup, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Abdul Ghofur dan Hj. Siti Komariyah.

1.2 Wafat
KH. Moch Anwar wafat pada tanggal 24 Februari 2002, jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Jati, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Setidaknya ada dua ulama yang menjadi sanad keilmuan Kyai Anwar, yaitu KH. Muhyidin pendiri Pesantren Pagelaran Subang sekaligus Panglima Hizbullah Jawa Barat dan KH. Zainal Mustofa pendiri Pesantren Sukahideng Tasikmalaya, Pahlawan Nasional yang gugur dalam melawan Jepang di era kemerdekaan.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Muhyidin (Pesantren Pagelaran 1 Subang),
2. KH. Zainal Mustofa (Pesantren Sukahideng, Tasikmalaya).​

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren

Salah seorang santri sekaligus teman perjuangan Kyai Anwar, KH. Abdu Manaf menjelaskan, pada tahun 1984 Kyai Anwar mendirikan Pesantren Miftahul Ulum yang berlokasi di Subang. Sejak 1991 Kyai Manaf mulai terlibat aktif dalam mengelola Pesantren tersebut.

4. Karya-Karya
Pengetahuan agama yang dimiliki Kyai Anwar dituangkan dalam beberapa buku. Dari tangannya lahir 102 buku yang sudah diterbitkan di beberapa penerbit di Bandung dan Jakarta. Selain itu, ada sekitar 10 naskah yang belum sempat diajukan kepada penerbit. Buku-buku tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu seperti nahwu dan shorof, fiqih, tauhid, tasawuf, usul fiqih dan sebagainya.

Tidak terbitnya 10 naskah itu tidak lepas dari peran pentashih yang telah wafat sehingga Kyai Anwar tidak berani mengajukan naskah tersebut kepada penerbit. Sosok tersebut adalah KH. Abdul Wahab Muhsin yang tiada lain merupakan sahabatnya sendiri sekaligus pengasuh Pesantren Sukahideng pengganti Kyai Zainal Mustofa.

Biasanya, sebelum naskah masuk penerbit, Kyai Anwar berangkat ke Tasikmalaya untuk meminta tabayun dan tashih kepada KH. Abdul Wahab Muhsin. Namun, sejak Kyai Wahab sakit dan wafat sekitar tahun 2000, proses pentashihan ini mengalami kendala.

Kyai Manaf yang juga Wakil Rais PCNU Subang itu bercerita, saat Kyai Anwar dirawat di rumah sakit, ia diminta berangkat ke Tasikmalaya untuk meminta tashih kepada Pengasuh Pesantren Sukahideng yang saat itu dipegang oleh KH. Syihabudin Muhsin. Naskah tersebut berjudul Seluk Beluk Ushul Fiqih.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+