Nyai Hj. Zubaidah Nasrullah Ulama wanita pengasuh pesantren As-Sa’idiyah Jombang Jawa Timur
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karier
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
5 Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Nyai Hj. Zubaidah berasal dari Keboan, sebuah desa di pinggiran Sungai Berantas, Jombang lahir pada tahun 1939 M. Ayahnya, Haji Sulaiman, adalah seorang saudagar di zamannya. Semua putra-putrinya dipondokkan di pesantren, termasuk Nyai Zubaidah.
1.2 Riwayat Keluarga
Nyai Hj. Zubaidah Nasrullah menikah dengan KH. Nasrullah Abdurrohim, dari pernikahan keduanya membuahkan enam keturunan. Lima putri dan seorang putra. Penguasaan yang baik akan tata bahasa arab, membuat Kyai Nashullah memberikan nama bersusunan Idlofah yang unik bagi seluruh putra-putrinya, bukan sekedar unik, namun juga memiliki visi yang mendalam terkait perjuangan, sesuatu yang menjadi harapan pasangan Kyai Nasrullah dan Nyai Zubaidah. Putra-putrinya diberi nama :
1. Munhidlotul Ummah.
2. Umdatul Khoirot.
3. Roidatus Salamah
4. Zumrotus Sholihah.
5. Muhammad Habiburrohman.
6. Sa'adatul Athiyyah.
1.3 Wafat
Nyai Zubaidah wafat pada hari Jum'at tanggal 30 Juli 2021, pukul 21.30 WIB di Jombang, beliau merupakan istri almarhum KH. Nasrullah Abdurrohim. Keduanya merintis Ribath (asrama) As-Sa'idiyah Bahrul Ulum.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Awalnya Nyai Zubaidah nyantri di Tambakberas tahun 1952. Sekolah di Madrasah Ibtida'iyah Tambakberas. Lalu beliau melanjutkan nyantri di Porong. Bu Nyainya yang seorang penghafal Qur'an, kerap memintanya menyimak setiap kali Bu Nyai membaca hafalannya.
Didikan Qur'an langsung dari ayahnya, maupun yang didapat selama nyantri, membuat Nyai Zubaidah memiliki penguasaan yang mendalam terkait makhroj dan tajwid, ditambah bakat suara merdu yang beliau miliki, Nyai Zubaidah kerap diminta memimpin pembacaan tahlil ataupun doa, kesemuanya dilantunkan dengan bacaan yang mampu menyentuh relung sanubari pendengarnya.
Pendidikan menengah Nyai Zubaidah ditempuh di Madrasah Muallimat NU Kawatan Surabaya. Pimpinan Kyai Wahab Turcham. Nyai Zubaidah menyebutnya Ustad Wahab. Madrasah ini merupakan cikal bakal sekolah Kho
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

