Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syeikh Abdurrahman Siddiq
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syeikh Abdurrahman Siddiq

wafat 1939 M · 8.832 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syeikh Abdurrahman Siddiq adalah ulama besar dari Indragiri yang masih keturunan dari Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Nasab
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru
2.3      Teman Seperjuangan

3          Karier, dan Karya
3.1       Karier Beliau
3.2       Karya Beliau

4          Referensi

5         Chart Silsilah Sanad

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
     
Syekh Abdurrahman Siddiq lahir di daerah  Dalam Pagar, Martapura yang terletak sekitar 45 kilometer dari ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, pada tahun 1276 H/1859 M. Beliau adalah keturunan dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

 1.2   Nasab
Silsilah Syekh Abdurrahman Siddiq hingga Syekh Muhammad Arsyad melalui jalur ibu adalah sebagai berikut: Syekh Abdurrahman Siddiq bin Safura binti Mufti Syekh Muhammad Arsyad (Kubah Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu) bin Mufti Syekh Muhammad As’ad binti Syarifah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Sedang silsilah dari ayah adalah sebagai berikut: Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif (Datu Landak) bin Mahmud bin Kyai Dipa Santa (Ahmad) keturunan Pangeran Diponegoro. Jadi Syekh Abdurrahman Siddiq ini adalah keturunan dua orang tokoh besar penyebar agama Islam di Indonesia, yaitu Pangeran Diponegoro dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
  
1.3  Wafat

Dalam satu kesempatan, Syekh Abdurrahman Shiddiq berkunjung ke Martapura dan Banjarmasin. Tidak lama setelah kunjungan itu, setelah pulang ke Sapat Indragiri beliau sakit. Beliau menderita sakit beberapa hari lamanya, sehingga akhirnya pada hari Senin tanggal 10 Maret 1939 M beliau berpulang ke Rahmatullah, kembali ke pangkuan Allah SWT dalam usia lebih kurang 82 tahun. Jenazah beliau dimakamkan di Kampung Hidayat, Sapat Indragiri. Makam beliau banyak diziarahi kaum Muslimin, baik dari daerah Indragiri khususnya maupun dari daerah-daerah lain pada umumnya.                      

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu 
Syekh Abdurrahman Siddiq memulai pendidikannya dengan menimba ilmu dasar-dasar agama Islam pada bibinya, Siti Saidah, seperti membaca Al-Qur'an dan ilmu fiqih. Sedangkan guru beliau yang pertama kali dalam ilmu Alat (tata bahasa Arab) adalah Masri (seorang santri yang menuntut ilmu agama di Dalam Pagar Martapura). Adapun guru-guru Syekh Abdurrahman Siddiq di Dalam Pagar antara lain, Tuan Guru Muhammad Said Wali, Tuan Guru Muhammad Khatib, dan Tuan Guru Abdurrahman Muda.

Ketika usia Syekh Abdurrahman Siddiq menanjak dewasa, beliau memutuskan berangkat ke Makkah untuk lebih memperdalam ilmu agama. Di Makkah beliau berguru kepada beberapa ulama besar pada masa itu, di antaranya Syekh Bakri Syaththa (pengarang kitab I’anatut Thalibin), Syekh Ahmad Dimyati, Syekh Ahmad Bafadhil, Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan (Mufti Syafi’iyah), Syekh Sayyid Bahasyil, Syekh Nawawi bin

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+