Abu Bakri bin Muhammad Zainal Abidin Syatha atau yang kerap disapa dengan panggilan Sayyid Abu Bakri Syatha lahir pada tahun 1266 H/1849 M di Makkah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pondok Pesantren
3.2 Karier
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Sayyid Abu Bakri bin Muhammad Zainal Abidin Syatha, yang kerap disapa dengan panggilan Sayyid Abu Bakri Syatha, dilahirkan pada tahun 1266 H/1849 M di Makkah. Beliau berasal dari keluarga Syatha, yang terkenal dengan keilmuan dan ketakwaannya. Namun, Sayyid Bakri tidak sempat mengenal ayahnya secara langsung, karena pada saat beliau masih berusia tiga bulan, sang ayah, Sayyid Muhammad Zainal Abidin Syatha, telah berpulang ke rahmatullah.
Sayyid Abu Bakri Syatha tumbuh menjadi seorang ulama Syafi'i yang cemerlang, menekuni pengajaran agama di Masjidil Haram di Makkah Al-Mukarramah pada awal abad ke XIV. Dengan pengetahuannya yang mendalam dalam ilmu agama, beliau memberikan kontribusi yang besar dalam mengajarkan ajaran Islam dan memimpin umatnya menuju kebaikan serta kebenaran yang diridhai oleh Allah SWT.
1.2 Wafat
Sayyid Abu Bakri Syatha wafat pada tanggal 13 Dzulhijjah tahun 1310 H/28 Juni 1893 M setelah menyelesaikan ibadah haji. Meskipun usianya tidak panjang, hanya 44 tahun menurut hitungan Hijriyah dan kurang dari 43 tahun menurut hitungan Masehi, namun hidupnya penuh berkah dan manfaat yang masih dirasakan oleh umat hingga saat ini. Jasanya sangat besar, dan warisan yang ditinggalkannya, baik dalam bentuk karangan-karangan, pengajaran kepada murid-muridnya, maupun keturunannya, menjadi bukti yang tak terbantahkan atas kebesaran spiritual dan intelektualnya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Setelah ayahnya wafat, Sayyid Abu Bakri Syatha kecil dididik oleh saudaranya, yaitu Umar Syatha. Di bawah bimbingan saudaranya ini, Sayyid Bakri belajar dan menghafal Al-Quran serta berbagai matan kitab klasik seperti kitab faraid, nahwu, balaghah, dan fikih Syafi'i. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikannya dengan berguru kepada Sayyid Ahmad Zaini Dahlan untuk mendalami semua matan kitab klasik yang telah dihafalnya sebelumnya. Ini menunjukkan dedikasi dan ketekunan beliau dalam menimba ilmu agama sejak usia dini, yang kemudian membentuk pondasi keilmuannya yang kokoh dan mendalam.
2.2 Guru-Guru
- Umar Syatho
- Sayyid Ahmad Zaini Dahlan
3. Penerus
Sayyid Abu Bakri bin Muhammad Zainal Abidin Syatha mengajar di Masjidil Haram dan memiliki banyak murid. Di antara murid-muridnya adalah Sayyid Abdullah bin Umar bin Ahmad Barum dan Syaikh Aman Al-Khathib Al-Falimbani.
Murid
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

