Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Jusuf Djunaedi, Pendiri Pesantren Ilmu Al-Qur'an Ciomas, Bogor
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Jusuf Djunaedi, Pendiri Pesantren Ilmu Al-Qur'an Ciomas, Bogor

1921 – 1987 M · 6.081 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Perjalanan hidup KH. M. Jusuf Djunaedi bermula dari tanah kelahirannya di Kaliwungu, Kendal, kemudian pergi mondok ke Ngebel, Secang, Magelang, kemudian berguru ke Karangjongkeng, Brebes. Kemudian terakhir menetap di Desa Laladon, Ciomas, Bogor (1951) dan mendirikan pesantren bernama Pondok Pesantren Aula Al-Qur'an (PPAQ) yang kini bernama Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PPIQ).

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2         Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1      Pendidikan
2.2      Guru-Guru

3.        Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1      Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

4.        Karir-Karir
6.        Chart Silsilah Sanad
5.        Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Jusuf Djunaedi lahir di Kampung Sawah Jati, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah pada tanggal 5 Mei 1921 dari pasangan Kyai Djunaedi dan Nyai Hafsah.

1.2 Riwayat Keluarga
Pernikahan pertamanya bersama putri Kyai Mimbar, Kaliwungu tidak berlangsung lama, karena istrinya meninggal dunia saat melahirkan anaknya. Pernikahan keduanya bersama Nyai Hj. Asiyah pada sekitar tahun 1947 adalah ketika beliau berguru ke Kampung Karangjongkeng, Brebes. KH. M. Jusuf Djunaedi dikaruniai delapan putra-putri, yaitu:
1. KH. Muhammad Kamal Musthofa
2. KH. Muhammad Anwar Murtadlo
3. KH. Muhammad Hasanuddin
4. Ustadzah Fatimatul Yaqin
5. Hj. Maryam Muqnuti
6. Ustadzah Lu’luil Maknun
7. KH. Abdul Najib Husaeni
8. Ustadzah Husnul Khatimah

1.3 Wafat
Beliau wafat pada tanggal 17 April 1987, di usia 66 tahun. Jenazah dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Ilmu Al-Quran (PPIQ) Ciomas Bogor. Kepergiannya meninggalkan istri Hj. Asiyah binti KH. Abdul Rozak dengan delapan anak dan santri-santrinya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Pendidikan pertamanya ditempuh di kampung halamannya dengan belajar menghafal Al-Qur’an kepada ayahandanya sendiri yakni KH. Junaedi As-Shomadi dan KH. Badawi Abdurrasyid.

KH. Jusuf Djunaedi dikenal sosok yang cerdas karena mampu menghafalkan Al-Qur’an 30 Juz dalam jangka waktu 8 bulan di usia yang belia yakni pada saat berumur 8 Tahun. Dan tidak kurang 5 tahun lamanya beliau belajar di bawah asuhan langsung Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari (1871-1947) Pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU).

2.2  Guru-Guru
1. KH. Junaedi As-Shomadi,
2. KH. Badawi Abdurrasyid,
3. KH. Hasyim Asy’ari.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1  Mendirikan Pesantren
Perjalanan hidup KH. M. Jusuf Djunaedi bermula dari tanah kelahirannya di Kaliwungu, Kendal, kemudian pergi mondok ke Ngebel, Secang, Magelang, kemudian berguru ke Karangjongkeng, Brebes. Kemudian terakhir menetap di Desa Laladon, Ciomas, Bogor (1951) dan mendirikan pesantren bernama Pondok Pesantren Aula Al-Qur'an (PPAQ) yang kini bernama Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PPIQ). Pesantren ini khusus menghafal Al-Qur'

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+