KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali beliau adalah ulama kharismatik Blora dan pengasuh di pesantren Khozinatul ‘Ulum Blora
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karier
4.1 Karier Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali yang dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul ‘Ulum. Lahir di desa Robayan, salah satu desa di Kabupaten Jepara pada tahun 1951. Merupakan putra ke dua pasangan Mohammad Ali dengan Zuhriyah dari sembilan bersaudara.
Pada saat mondok beliau pernah mengaji bersama KH. Sahal Mahfudz, dan pada saat itu kiai Sahal memberi tambahan nama Muhammad Ahmad atas musalsal bi Muhammadiyin dan Ahmadiyin. Nama asli beliau memang Muharror Ali, karena mendapat ijazah jadilah nama musalsal tersebut ditambahkan pada nama beliau sampai sekarang adalah KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali.
1.2 Riwayat Keluarga
Ketika dewasa, KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali dijodohkan oleh kiainya dengan gadis Blora yang bernama Hj. Umi Hanik. Kemudian setelah pernikahannya dengan Hj. Umi Hanik, Bapak Moch. Djaiz (mertua KH. Muharror Ali) mendirikan pesantren dan beliau ditunjuk sebagai pengasuh pondok pesantren yang selanjutnya diberi nama Pondok Pesantren (PP) Khozinatul Ulum Blora.
Dari pernikahan dengan Ibu Nyai Hj. Umi Hanik ini, beliau dikaruniai 8 anak yakni Gus H. Ahmad Zaki Fuad, S.Th.I; Gus H. Ahmad Labib Hilmi; Gus H. Fahim Mulabby; Neng Hj. Nur Hilwa Layyina, S.Th.I; Neng Hj. Mil’ul Hana, S.Hum; Neng Hj. Muhim Nailul Ulya, Lc, M.Ag; Neng Malih Muayyada, dan Neng Mazid Ilma Rofida.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali menempuh pendidikan SD sampai SMP di tempat kelahirannya. Setelah tamat SMP beliau melanjutkan proses belajarnya di salah satu pondok di Kajen, Pati. Yang tidak lain pesantren Matholi’ul Huda yang diasuh oleh KH. Abdullah Zain bin Abdus Salam serta KH. Sahal Mahfudz.
Setelah menyelesaikan belajarnya di PIM, KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali memilih menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Beliau kemudian meneruskan mondoknya di pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus yang diasuh oleh KH. Arwani Amin Said, atau yang lebih dikenal KH. Arwani Amin Kudus. Saat mondok berbagai cobaaan silih berganti, salah satunya adalah ekonomi yang pas-pasan. Hal ini disebabkan karena keadaan ekonomi keluarganya yang memang termasuk golongan menengah ke bawah. Sampai-sampai buku tulis yang beliau miliki hanya seadanya, karena tidak adanya biaya untuk membeli keperluan sekolah.
2.2
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

