KH. Muhammad Syahrani adalah ulama nahdlatul ulama dari Pelaihari Kalimantan Selatan, beliau adalah ketua MUI Tanah Laut dan juga ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Tanah Laut
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Organisasi dan Karier
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Syahrani dilahirkan di Pelaihari pada tanggal 17 Desember 1965, beliau merupakan anak yang ke 3 dari 10 bersaudara dari pasangan H. Akhmad Badjuri dan Hj. Ahlussiah. Sejak kecil, saat dia berumur kurang lebih 7 tahun, sang ayah sering membawa ke rumah tuan guru,
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Keluarga adalah tempat pendidikan yang pertama bagi anak-anak. Demikian juga KH. Muhammad Syahrani, dimasa kecil dia belajar mengaji secara langsung dengan ayahnya. Pada Tahun 1981, KH. Muhammad Syahrani masuk Madrasah Tsanawiyah Mualimin Darussalam, tempat tinggal pertama di Komplek Batuah Gg. Nuri selama 1 tahun, kemudian pindah di komplek batuah gg. Budi Mulia selama 3 tahun
Setelah itu pindah lagi mondok di sebuah rumah kontrakan di. Jl. Rel desa Pesayangan. Disini ketemu dengan H. Noor dan HM. Zamroni, keduanya saat ini menjadi ulama dan penceramah di Kabupaten Tanah Laut dan H. Noor menjadi Imam tetap di Masjid Agung Syuhada Pelaihari.
Setelah kurang lebih 2 tahun tinggal disini, kemudian pindah lagi ke desa Pesayangan di belakang Mts Putri selama kurang lebih 4 tahun. 4 Setelah Tamat Aliyah Darussalam, beliau tetap tinggal di Martapura untuk mengaji kepada guru-guru atau ulama di Martapura, diantaranya: Guru sekumpul KH. Zaini Abdul Ghani ( Guru Ijai), KH. Abdus Syukur, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan KH. Rasyad.
Beliau juga termasuk orang yang cepat dalam menghafal al-Qur’an dan banyak dikenal oleh guru-guru di Martapura karena beliau rajin mendatangi para ulama untuk belajar. Pendidikan Formal yang ditempuh beliau adalah:
1. MIS Darussalam Tahun 1978 ( saat ini MIN 2 Tanah Laut)
2. Madrasah Tsanawiyah Mualimin Darussalam Martapura 1981
3. Madrasah aliyah Mualimin Darussalam Martapura 1984
4. Madrasah aliyah Diniyah Darussalam Martapura Tahun 1988
5. Sekolah Tinggi dan Dakwah ( STID) Moralita Banjarbaru 1995
Sedangkan Pendidikan Non Formal yang dalam bahasa banjar disebut mengaji beduduk antara lain:
1. Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Syekh Arsyad Al Banjari selama 3 Tahun 1984 – 1988, pada sore hari 2 kali seminggu.
2. Mengikuti Halaqoh Pengajian di rumah KH. Abdus Syukur (Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura)
3. Aktif mengikuti p
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

