Nama lengkapnya adalah Syekh Muhammad Tahir bin Muhammad bin Jalaluddin Ahmad bin Abdullah al-Minankabawi al-Azhari
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
5. Karya-Karya
6. Referensi
7. Chart Silsilah Sanad
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Muhammad Tahir bin Muhammad bin Jalaluddin Ahmad bin Abdullah Al-Minangkabawi Al-Azhari Tahir atau biasa dikenal sebagai Syekh Tahir Jalaluddin Al-Azhari, lahir di Cangking, Minangkabau pada tanggal 4 Ramadan 1286 H atau 8 Desember 1869 M. Ayahnya meninggal dunia di Cangking, Minangkabau pada tanggal 27 Jumadil Awal 1288 H/1871 M, sedangkan Ibundanya juga meninggal dunia di Cangking pada tahun 1295 H/1878 M.
1.2 Riwayat Keluarga
Syekh Tahir Jalaluddin Al-Azhari menikah dengan Aisyah binti Syekh Muhammad bin Syekh Ismail Al-Khalidi di Makkah pada tanggal 26 Zulqoidah 1305 H/ 4 Agustus 1888 M. Diakadkan oleh Sayyid Bakri Syatha yang menerima wakil dari Syekh Ismail bin Syekh Muhammad di hadapan Sayyid Umar Syatha, Syekh Muhammad Nur bin Syekh Ismail, Syekh Muhammad Saleh Al-Kurdi, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syekh Ismail bin Syekh Muhammad, saudara Aisyah. Perkawinan yang pertama ini adalah dengan cucu Syekh Ismail Al-Khalidi Al-Minangkabawi, ulama besar yang terkenal dan penyebar Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah.
Kemudian Syekh Tahir Jalaluddin menikah lagi dengan Kaltsum binti Haji Ibrahim, pada tanggal 9 Rajab 1310 H/ 27 Januari 1893 M. Selanjutnya, tanggal 13 Ramadhan 1310 H/ 31 Maret 1893 M, menikah dengan Jamilah binti Haji Abdul Karim. Tanggal 20 Jamadil Awal 1317 H/ 23 September 1899 M menikah lagi dengan Aisyah binti Haji Mustafa bin Datuk Menteri Sati yang dihadiri oleh Syekh Muhammad Al-Khaiyath, Haji Hasyim Kelantan dan lain-lain.
1.3 Wafat
Syekh Tahir Jalaluddin Al-Azhari wafat di Kuala Kangsar, Perak, sesudah shalat Subuh pada hari Jum’at, 22 Rabiul Awal 1376 H/ 26 Oktober 1956 M.
2. Sanad Ilmu Dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Pada tahun 1879 M, ketika beliau masih berusia 10 tahun, pergi ke Makkah bersama Syekh Ahmad Khatib bin Abdul Lathif. Sesampainya di Makkah, beliau diasuh oleh Syekh Muhammad Saleh Al-Kurdi. Beliau mengaji Al-Qur’an kepada Syekh Abdul Haq di Madrasah Asy-Syaikh Rahmatullah serta belajar kitab kepada Syekh Umar Syatha, Syekh Muhammad Al-Khaiyath, dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Syekh Ahmad Al-Fathani juga termasuk salah seorang guru dari Syekh Tahir Jalaluddin. Setelah Syekh Ahmad Al-Fathani pulang dari Mesir dan ke Makkah pada akhir tahun 1881 M atau awal 1882 M, beliau mempengaruhi pemuda-pemuda Melayu dan murid-murid beliau di Makkah mengenai kelebihan pendidikan di Masjid Al-Azhar, Mesir. Maka pemuda Melayu peringkat pertama yang dikirim oleh Syekh Ahmad Al-Fathani belajar di Mesir ada beberapa orang, di antaranya Syekh Tahir Jalaluddin.
Sewaktu Syekh Tahir berada di Mesir, terdapat banyak surat timbal-balik antara kedua-duanya. Syekh Ahmad Al-Fathani memberikan kepercayaan kepadanya dalam kepengurusan putra-putra Raja Riau yang beliau kiri
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

