Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdullah Tremas
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdullah Tremas

wafat 1896 M · 5.050 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdullah Tremas

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4          Karier
4.1       karier Beliau

5         Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Abdullah Tremas adalah putra dari KH. Abdul Mannan dengan seorang wanita, putri dari Demang Tremas R. Ngabehi Honggowijoyo.

1.2  Riwayat Keluarga
KH. Abdullah menikah dengan Siti Aminah dan dikaruniai beberapa anak di antaranya:
1. Syeikh Muhammad Mahfudz
2. KH. Dimyathy
3. KH. Ahmad Dahlan
4. KH. ‘Abdul Razzaq

1.3  Wafat
KH. Abdullah sendiri akhirnya wafat dan dimakamkan di Makkah al-Mukarromah pada Senin malam Selasa, tanggal 29 Sya’ban 1314 H. Sementara itu, pesantren yang selama ditinggal KH. Abdullah ke Makkah, di pimpin oleh K. Muhammad Zaed bin Taslim Basyaiban sambil menunggu waktu pulangnya KH. Dimyathi untuk meneruskan perjuangan ayah dan kakeknya.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
Pada masa kecilnya beliau mendapatkan pelajaran dasar dari ayahnya sendiri di Pondok Tremas. Setelah cukup dewasa KH. Abdullloh diajak oleh ayahnya pergi ke Makkah Al-Mukarromah untuk menunaikan ibadah haji, dan menetap di Makkah untuk menuntut ilmu.

2.2  Guru-guru Beliau
Guru-guru beliau saat menimba ilmu adalah:
KH. Abdul Manan

2.3 Mengasuh Pesantren
Setelah beberapa tahun di Makkah beliau kembali ke Tremas lagi, dan membantu ayahnya mengajar di Pondok Tremas.
Sepeninggal KH. Abdul Manan, maka pengasuh atau pimpinan digantikan oleh KH. Abdullah  Pada periode ini mulai berdatangan beberapa santri yang berasal dari daerah lain, seperti Salatiga, Purworejo, Kediri dan lain-lain. Pada waktu itu baik jalan Pacitan-Ponorogo maupun Pacitan-Solo belum ada kendaraan, sehingga orang yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan agama Islam ( mengaji ) ke Pondok Tremas harus berjalan kaki dengan melewati gunung-gunung dan hutan yang masih cukup lebat.

Dengan semakin banyaknya santri maka kebutuhan akan tempat tinggal semakin mendesak hingga akhirnya diba

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+