KH. Maksum Abdullah Mas’ud merupakan tokoh ulama yang berasal dari keluarga sederhana. Lahir di desa Kalijirek, kecamatan Kebumen, kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 14 Jumadil Awal 1353 Hijriah atau bertepatan pada tanggal 25 Agustus 1934 M.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karier, dan Karya
4.1 Karier Beliau
4.2 Karya Beliau
5 Silsilah Nasab
5.1 Silsilah Guru Beliau
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Maksum Abdullah Mas’ud merupakan tokoh ulama yang berasal dari keluarga sederhana. Lahir di desa Kalijirek, kecamatan Kebumen, kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 14 Jumadil Awal 1353 Hijriah atau bertepatan pada tanggal 25 Agustus 1934 M. Beliau lahir dalam keadaan yatim dikarenakan ayahanda beliau tercinta telah menghadap kepada yang Maha Kuasa ketika beliau berada di dalam kandungan.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita dan memiliki enam anak tiga putera dan tiga puteri, di antaranya:
1. Amanah Hanifiyah
2. Haizah Munawwarah
3. KH. Ahmad Muzani Maksum (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah)
4. Naili Inayatillah
5. KH. Ahmad Hizbulloh Maksum (Pimpinan Pondok Pesantren Barakatul Ishlah)
6. KH. Muhammad Syukron Maksum (Pimpinan Pondok Pesantren JariNabi).
1.3 Wafat
KH. Maksum Abdullah Mas’ud pada 1 november 2016, pukul 19.45
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Saat usia beliau menginjak remaja, atas arahan dari ibunda, beliau akhirnya memutuskan untuk menuntut ilmu di pondok pesantren Somalangu, Kebumen, yang kemudian di lanjutkan ke Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak.
Setelah Kiai Ali Maksum memasuki usia remaja beliau diminta untuk menjadi santri sekaligus guru di Pondok Tremas yang terbilang pimpinan saat itu masih teman dekat beliau yakni KH. Habib Dimyati, yang memimpin pesantren Tremas Pacitan tahun 1952. Pada saat itu, Tremas merupakan pesantren yang cukup popular disebabkan sebagian besar ahli bait (keluarga) pesantren Tremas tergolong sangat ‘alim, sehingga keberadaan Tremas saat itu sebagai gudangnya ilmu agama sangat diperhitungkan.
Bukti kealiman mereka terukir dalam sejarah, dengan munculnya nama Syekh Mahfuzh at-Tarmasi (wafat di Makkah 1918 M) di dunia Islam yang menjadi ulama besar berkaliber internasional di Tanah Haram. Ulama penulis produktif dan guru besar di bidang hadis Shahih Bukhari serta diberi hak untuk mengajar di Masjidil Haram.
Menurut saksi mata, sebagaimana yang dituturkan oleh Mbah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

