KH. Abdullah Schal Bangkalan lahir pada 15 Jumadil Ula 1354 H atau bertepatan pada 15 Agustus 1935 M di Desa Demangan, tepat di jantung Kota Bangkalan, Madura. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. R. Zahrowi dan Nyai Hj. Romlah (cucu KH. Khalil Bangkalan).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karomah
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdullah Schal Bangkalan lahir pada 15 Jumadil Awal 1354 H atau bertepatan pada 15 Agustus 1935 M di Desa Demangan, tepat di jantung Kota Bangkalan, Madura. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. R. Zahrowi dan Nyai Hj. Romlah (cucu KH. Khalil Bangkalan).
Nasab dari jalur ibu, KH. Abdullah Schal Bangkalan merupakan salah satu cicit dari KH. Kholil Bangkalan. Nasab beliau dari jalur ibu adalah sebagaimana berikut; KH. Abdullah Schal bin Ny. Romlah binti KH. Imron bin KH. Kholil (Mbah Kholil) bin KH. Abdul Latief.
KH. Abdullah Schal Bangkalan juga masih saudara kandung dengan Ra Lilur, KH. Fahrurrozi, dan KH. Kholil AG.
1.2 Wafat
KH. Abdullah Schal Bangkalan wafat di usia 73 tahun, pada hari Selasa 2 September 2008, pukul 02.55 WIB di rumahnya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Semasa mudanya KH. Abdullah Schal Bangkalan memulai pendidikannya dengan belajar di Pesantren Sidogiri Pasuruan. Pesantren ini merupakan salah satu tempat di mana dulu kakek buyutnya (Mbah Kholil) juga pernah mondok.
Ketika belajar di Pesantren Sidogiri, KH. Abdullah Schal Bangkalan menghabiskan waktunya untuk muthola’ah, belajar sungguh-sungguh ilmu agama. Dalam sehari beliau pernah muthola’ah kitab kuning hingga tiga hari tiga malam, karena merasakan asyik yang luar biasa dan hanya istirahat sewaktu tiba shalat fardhu.
Kecintaannya terhadap ilmu agama dan Pondok Pesantren Sidogiri sebagai tempat beliau menuntut ilmu tidak diragukan lagi. Tatkala sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri, beliau pun memasukkan putrinya tersebut ke Pesantren Sidogiri untuk mendalami ilmu agama.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karomah
Semasa hidup, KH. Abdullah Schal Bangkalan hidup lazimnya para kyai pengasuh pesantren. Berbeda dengan kehidupan saudara bungsunya, Ra Lilur yang diakui banyak orang, sebagai sosok nyeleneh.
Suatu ketika beliau berada di ndalem pondok dengan ditemani khaddam yang sekaligus santrinya. Kebetulan di hari yang cerah di musim kemarau angin bertiup tenang, cuaca yang mendukung inilah biasanya yang dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk menghibur diri dengan berbagai macam aktivitas, salah satunya dengan bermain layangan.
Kyai yang sedang santai merasa mera
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
