KH. Said Aqil Siradj kecil tumbuh dalam tradisi dan kultur pesantren. Dengan ayahandanya sendiri, ia mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman. Kiyai Aqil merupakan putra Kiai Siradj, yang masih keturunan dari Kiyai Muhammad Said Gedongan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengarungi Samudera Ilmu
2.2 Guru-guru
2.3 Mendirikan Pesantren
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-murid
4. Jasa, Karya, dan Karier
4.1 Jasa
4.2 Karya
4.3 Karier
5. Kisah Teladan
5.1 Meniru Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW
6. Pengabdian di Nahdlatul Ulama
7. Penghargaan
8. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj lahir pada tanggal 3 Juli 1953, di Desa Kempek, Palimanan, Cirebon. Beliau merupakan putra kedua dari lima bersaudara dalam keluarga KH. Aqil Siradj dan Hj. Afifah binti KH. Soleh Harun. Ayah beliau, KH. Aqil Siradj, dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Kempek, sebuah lembaga pendidikan agama yang berpengaruh di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari keluarga yang mendalam komitmennya terhadap pendidikan agama, KH. Said Aqil Siradj tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan. Beliau memiliki empat saudara, yaitu KH. Ja’far Shodiq, KH. Muhamad Musthofa, KH. Ahsin Syifa, dan KH. Ni’amillah. Kehidupan di dalam keluarga yang kuat dalam nilai-nilai Islam memberikan dasar yang kokoh bagi perkembangan intelektual dan spiritual beliau.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Said Aqil Siradj menikah dengan Nyai Nur Hayati Abdul Qodir, yang menjadi pendamping hidupnya. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai empat orang anak yang diharapkan akan melanjutkan perjuangan dan dedikasinya dalam bidang keagamaan dan pendidikan.
Keluarga KH. Said Aqil Siradj, yang tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat dan pendidikan agama yang mendalam, merupakan manifestasi dari visi beliau untuk membentuk generasi penerus yang berkualitas. Keempat anak beliau dibesarkan dengan fondasi agama yang kokoh, siap untuk meneruskan warisan keluarga dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Islam di masyarakat.
Dengan latar belakang keluarga yang penuh dedikasi terhadap agama, anak-anak KH. Said Aqil Siradj diharapkan akan melanjutkan kiprah dan kontribusi besar yang telah dirintis oleh ayah mereka. Melalui pendidikan dan bimbingan yang mereka terima, keempat anak ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin yang berpengaruh dalam masyarakat, meneruskan cita-cita dan semangat juang keluarga dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan.
1.3 Nasab
Berdasarkan silsilah nasab KH. Said Aqil Siradj, beliau merupakan dzurriyah Rasullullah yang ke-32 dengan urutan nasabnya sebagai berikut:
- Nabi Muhammad SAW
- Fatimah Az-Zahra
- Al-Imam Sayyidina Hussain
- Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
- Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
- Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
- Sayyid Al
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

