Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Umar Sholeh, Pengasuh Pesantren Kempek, Cirebon
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Umar Sholeh, Pengasuh Pesantren Kempek, Cirebon

lahir 1922 M · 21.165 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Umar Sholeh termasuk salah satu kyai yang cukup produktif dalam menulis buku. Dalam perjalanan hidupnya sudah 7 buku berisi penjelasan dari berbagai masalah keilmuan. Salah satu buku penjelasan tersebut ada yang memuat catatan-catatan hasil telaahnya terhadap 14 kitab.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3 .   Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
4.2  Perjalanan Dakwah

5.    Teladan
6.    Karya-Karya
7.    Chart Silsilah Sanad
8.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.2 Lahir

KH. Umar Mahdlor atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Umar Sholeh lahir pada 12 Februari 1922 di lingkungan Pondok Pesantren Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Beliau merupakan anak kedua dari pasangan KH. Harun Sholeh bin Kyai Mustam (Kedondong, Cirebon) dan Nyai Mutimmah binti KH. Nawawi (Babakan, Ciwaringin, Cirebon).

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Umar Sholeh menikah dengan Nyai Hindun binti KH. Munawwir bin Abdullah Rosyad (Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta). Tapi sayangnya pernikahannya dengan Nyai Hindun, KH. Umar Sholeh tidak dikaruniai anak.

Akhirnya, KH. Umar Sholeh menikah kembali dengan Nyai Aisyah binti KH. Ahmad Syathori (Pondok Pesantren Arjawinangun, Cirebon). Dari pernikahan yang kedua, KH. Umar Sholeh dikaruniai seorang anak bernama Kyai Muhammad Nawawi Umar.

1.3 Wafat
KH. Umar Sholeh wafat pada tahun 1998.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Sejak kecil Umar diasuh oleh kedua orang tuanya di pesantren untuk belajar Al-Qur’an dan ilmu alat. Sejak belajar di pesantren tersebut beliau tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Pendidikan yang dijalaninya hanya pendidikan informal (dalam keluarga) dan pendidikan nonformal (pesantren).

Ketika belajar di pesantren yang diasuh oleh kedua orangnya tuanya, akhirnya membuat KH. Umar Sholeh dapat menghafalkan Al-Qur’an 30 Juz atau menjadi hafidz Al-Qur’an. Beliau memperoleh sanad (syahadah) sampai kepada Rasulullah SAW (dengan mata rantai sebanyak 36 sanad). Setelah selesai menghafal Al-Qur’an, KH. Umar Sholeh melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta yang diasuh oleh KH. Munawwir.

Kemudian setelah selesai menuntut ilmu di

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+