Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Warson Munawwir, Pengajar di Pesantren Al Munawwir, Yogyakarta
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Warson Munawwir, Pengajar di Pesantren Al Munawwir, Yogyakarta

1934 – 2013 M · 23.019 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sebagai pengajar, KH. Warson muda menjadi guru yang simpatik karena kecakapan dan keramahannya di mata para santrinya. Di usia belia, beliau telah memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengajarkan beberapa mata pelajaran. Di luar kelas pun, beliau menjadi kawan bermain yang egaliter bagi segenap santri.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Kompleks Pesantren Putri

5.    Karya-Karya
6.    Teladan
7.    Karir di Politik
8.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Ahmad Warson Munawwir lahir pada hari Jum’at Pon tanggal 20 Sya’ban 1353 H atau 30 November 1934 M di Pondok Pesantren Al-Munawwir. KH. Ahmad Warson Munawwir merupakan putra dari pasangan KH. Munawwir dengan Nyai Hj. Khusnul Khotimah.

1.2 Riwayat  Keluarga
Pada 1970 M, KH. Ahmad Warson menikah dengan Nyai Hj. Khusnul Khotimah, lalu mempunyai dua anak yaitu KH. M. Fairus Warson dan Nyai Hj. Qory Aina, keduanya merupakan Hafidz (Penghafal Al-Qur'an).

KH. Ahmad Warson Munawwir dikenal sebagai penyusun kamus Arab-Indonesia terlengkap dengan tebalnya mencapai 1.634 halaman yang dinamai Kamus Al Munawwir. Disusun dari saat masih menjadi santri KH. Ali Maksum yang menjadi guru besar di Pesantren Krapyak sekaligus kakak ipar beliau.

1.3 Wafat
KH. Ahmad Warson Munawwir wafat pukul 06.00 WIB hari Kamis, 8 Jumadil Akhir 1434 H atau 18 April 2013. Beliau meninggal dunia karena sakit serangan jantung. Jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Keluarga Pondok Pesantren Al Munawwir Dongkelan, Bantul, Yogyakarta.

Dikisahkan, beberapa hari sebelum wafat, KH. Ahmad Warson Munawwir bermimpi ketemu dengan kakak iparnya, KH. Ali Maksum. Dalam mimpinya, KH. Ali Maksum mengajak beliau ikut dengannya. Bagaimana tidak, sebagai wujud takzim pada gurunya, beliau mengiyakan untuk ikut.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Ahmad Warson Munawwir kecil, beliau memulai pendidikannya dengan belajar segala keilmuan yang ada di pesantren langsung kepada kakak iparnya, yaitu KH. Ali Maksum.

Pendidikan yang diterima KH. Ahmad Warson Munawwir membuahkan hasil yang baik. Di usianya yang baru 9 tahun beliau sudah hafal nadzom Alfiyyah Ibnu ‘Aqil. Dua tahun kemudian, atau tepatnya ketia beliau berusia 11 tahun, beliau mulai ikut mengajar di Pesantren Al Munawwir dengan usia santri yang diajarnya rata-rata lebih tua darinya. Kala itu, KH. Ahmad Warson Munawwir mengajar Nahwu, Shorof, Bahasa Inggris, dan Tarikh.

2.2  Guru
KH. Ali Maksum.

3. Penerus

3.1 Murid-Murid
1. KH. Habi

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+