Biografi KH. Abdul Adzim bin Oerip, Salam Beliau dijawab Langsung oleh Nabi Muhammad SAW
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4. Teladan
4.1 Suka Bekerja Sendiri
4.2 Dekat dengan Masyarkat
4.3 Kuatkah Indonesia Merdeka
4.4 Penyayang Binatang
4.5 Adik yang Menjadi Kakak Panca Warga
4.6 Bersama Kyai Abdul Djalil
4.7 Istiqamah Shalat Berjamaah Meski Sakit
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Kyai Abdul Adzim lahir pada tahun 1879 M. dari pasangan KH. Abdul Hayyi atau yang dikenal dengan nama Kyai Oerip dengan Nyai Munawwarah binti KH. Noerhasan, adik KH. Nawawie bin Noerhasan Sidogiri. Beliau lahir di Sladi, Kejayan, Pasuruan.
Nasab Kyai Abdul Adzim dari jalur ayah sampai pada Mbah Arif Segoropuro, adik Mbah Sayyid Sulaiman. Sedang nasab dari jalur ibu, keturunan Mbah Sayyid Sulaiman, pembabat Sidogiri.
1.2 Riwayat Keluarga
Sebelum mondok di Makkah, Kyai Abdul Adzim sudah bertunangan dengan sepupu beliau sendiri. Namun ternyata Allah SWT. berkehendak lain, pertunangan itu putus di tengah jalan.
Akhirnya, sepulang dari Makkah beliau diambil menantu KH. Nawawie bin Noerhasan Sidogiri. Beliau menikah dengan Nyai Fatimah, putri sulung KH. Nawawie dan Nyai Ru’yanah.
KH. Nawawie mengambil menantu beliau karena termasuk keponakan beliau sendiri. Lagi pula ada yang mengatakan, karena beliau ikut KH. Nawawie sejak kecil, sehingga Kyai Nawawie tahu betul bagaimana kepribadian beliau. Sejak muda beliau sudah dikenal dengan kepribadian Tasawuf, khusyuk, takzim, serta taat pada guru beliau. Disamping itu beliau juga tekun dalam belajar dan aktif dalam segala hal yang berhubungan dengan ilmu. Tak heran KH. Nawawie memilih beliau sebagai menantu pertama beliau.
1.3 Wafat
Kyai Abdul Adzim wafat bertepatan dengan haul ibunda beliau, Nyai Munawwarah. Tepatnya pada hari Ahad Wage (malam Senin), tanggal 21 Dzulhijjah 1378 H atau 28 Juni 1959 M. Usia beliau 80 tahun. Beliau meninggalkan seorang istri, tiga putri, dan beberapa cucu.
Putri-putri beliau adalah:
- Nyai Zuhroh (istri KH. Baqir, Sidogiri),
- Nyai Alifah (istri KH. Abdul Haq, Keboncandi),
- Nyai Syafi’ah (istri KH. Achmad Kraton/Pacarkeling, sebelum bercerai).
Keluarga yang ditinggalkan dalam keadaan ikhlas dan ridha. Yang hadir pada saat itu mayoritas ulama Pasuruan, dari Lirboyo Kediri, Jombang, dan Jawa Timur. Saat pemakaman beliau, yang memberi ceramah adalah KH. Achmad Shiddiq dari Jember. Ada yang memperkirakan beliau disalati 10 kali atau lebih.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Kyai Abdul Adzim muda belajar pada ay
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

