Biografi KH. Nawawie bin Noerhasan, Dewan Penasehat Nahdaltul Ulama Periode Pertama
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi KH. Nawawie bin Noerhasan
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru Beliau
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2 Peran di Nahdlatul Ulama
4. Teladan Beliau
4.1 Sosok Dermawan
4.2 Ahli Fiqih
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Nawawie bin Noerhasan diperkiraan lahir Pertengahan 1800 M. Beliau lahir dari pasangan Kyai Noerhasan bin Noerkhatim dan Nyai Hanifah binti Mahalli. Beliau anak ke tiga dari enam bersaudara, Yakni:
- KH. Bahar bin Noerhasan (Sidogiri),
- KH. Dahlan (Sukunsari),
- KH. Nawawie (Sidogiri),
- Nyai Munawwarah (Serambi),
- Nyai Fathonah (Sidogiri),
- Nyai Anisatun (Sidogiri).
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Nawawie bin Noerhasan menikah dengan Nyai Ru’yanah binti Abdul Hayyi (Kyai Urip). Kyai Nawawie adalah ulama besar yang juga salah satu pendiri jamiyah NU. Pasangan ini masih bersaudara sepupu. Dan keduanya adalah keturunan Sayyid Sulaiman Mojoagung Jombang dan Sunan Gunung Jati.
Kyai Nawawie menyambut kehadiran anak lelaki pertama beliau dengan bahagia dan suka-cita. Harapan Pengasuh PP. Sidogiri itu untuk mempunyai anak lelaki tercapai sudah, karena kepada beliau nanti akan menyerahkan tongkat estafet perjuangan.
Konon, saat beliau masih berada dalam kandungan, Kyai Nawawie mendapat firasat bahwa putra beliau kelak akan menjadi tokoh yang disegani. Firasat itu timbul dari mimpi beliau, yang menggambarkan bahwa apa yang ada dalam kandungan istri beliau adalah macan putih. Hal itu juga diperkuat perkataan seorang Habib yang datang di kala kandungan Nyai Ru’yanah berusia 9 bulan.
Saat itu, Nyai Ru’yanah tidak mau makan sama sekali. Akhirnya datanglah seorang Habib yang mengatakan bahwa yang ada dalam kandungan Nyai Ru’yanah adalah macan putih. Hal ini membuat Nyai Ru’yanah makin sedih, khawatir apa yang dikatakan Habib tersebut benar-benar kenyataan. Ternyata saat lahir, bukan auman macan putih yang terdengar, tapi tangisan bayi mungil yang kelak akan menjadi tokoh panutan umat.
Putra-putri Kyai Nawawie berjumlah 9 orang yakni:
- Nyai Fatimah, istri KH. Abdul Adzim bin Urip,
- KH. Muhammad Noerhasan.
- Nyai Hanifah, istri KH. Abdul Djalil bin Fadlil,
- KH. Cholil,
- Nyai Aisyah, istri KH. Thoyyib bin Abdul Karim, Kramat.
- KH. Siradjul Millah-Waddin,
- KA Sa’doellah,
- KH. Hasani,
- Seorang putri yang meninggal pada usia 4 tahun.
1.3 Wafat
Pagi itu, Jumat, 25 Syawal 1347 H / 6 April 1929. Kyai Nawawie diundang untuk melaksanakan shalat jenazah. Beliau mengatakan kepada pengundang agar menunggu beliau sebentar. Lalu beliau masuk ke mihrab (tempat untuk menyendiri menghadap Tuhan). Lama mereka menunggu, namun Kyai belum juga keluar.
Kata para santri
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

