Biografi KH. Noerhasan Nawawie, Kyai Sufi Tanpa Ambisi
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Pendidik yang Telaten dan Ikhlas
3.2 Cikal Bakal Pembangunan Daerah I
4. Teladan
4.1 Sosok Ayah yang Penyayang
4.2 Perhatian pada Anak Kecil
4.3 Dekat dengan Semua Saudara
4.4 Bergaul dengan Masyarakat
4.5 Berbahasa Halus pada Santri
4.6 Kyai Sufi Tanpa Ambisi
5. Karomah dan Keistimewaan
5.1 Mengisi Pecut dan Penjalin dimasa PKI
5.2 Berwujud Dua, Berbicara dengan Izrail
6. Pesan-Pesan
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Kyai Noehasan Nawawie lahir sekitar tahun 1909 M, lahir dari pasangan KH. Nawawie bin Noerhasan bin Noerkhatim dan Nyai Ru’yanah binti Abdul Hayyi (Kyai Urip). KH. Nawawie adalah ulama besar yang juga salah satu pendiri jamiyah NU. Pasangan ini masih bersaudara sepupu. Dan keduanya adalah keturunan Sayyid Sulaiman Mojoagung Jombang dan Sunan Gunung Jati.
KH. Nawawie menyambut kehadiran anak lelaki pertama beliau dengan bahagia dan suka-cita. Harapan Pengasuh PP. Sidogiri itu untuk mempunyai anak lelaki tercapai sudah, karena kepadanyalah nanti beliau akan menyerahkan tongkat estafet perjuangan.
Muhammad Noerhasan, begitulah nama bayi mungil tersebut yang disandangkan oleh kedua orang tua beliau. Konon, saat Kyai Noerhasan masih berada dalam kandungan, Kyai Nawawie mendapat firasat bahwa putra beliau kelak akan menjadi tokoh yang disegani.
Firasat itu timbul dari mimpi beliau, yang menggambarkan bahwa apa yang ada dalam kandungan istri beliau adalah macan putih. Hal itu juga diperkuat perkataan seorang Habib yang datang di kala kandungan Nyai Ru’yanah berusia 9 bulan.
Saat itu, Nyai Ru’yanah tidak mau makan sama sekali. Akhirnya datanglah seorang Habib yang mengatakan bahwa yang ada dalam kandungan Nyai Ru’yanah adalah macan putih. Hal ini membuat Nyai Ru’yanah makin sedih, khawatir apa yang dikatakan Habib tersebut benar-benar kenyataan. Ternyata saat lahir, bukan auman macan putih yang terdengar, tapi tangisan bayi mungil yang kelak akan menjadi tokoh panutan umat.
1.2 Riwayat Keluarga
Kyai Noerhasan Nawawie memulai hidup baru dengan meninggalkan masa lajang saat berumur 25 tahun. Beliau mempersunting Nyai Muqimah putri Kyai Muhsin yang saat itu berusia 18 tahun. Gadis ini menjadi tunangan Kyai Noerhasan sejak berusia 40 hari. Yaitu saat Muqimah kecil berumur 40 hari, beliau digendong abah beliau menemui Kyai Nawawie bin Noerhasan saat turun dari masjid.
Dengan penuh hormat, Kyai Muhsin menuturkan pada KH. Nawawie yang tak lain adalah pamannya
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

