Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Djalil bin Fadhil, Pendiri Madrasah Pertama di Pesantren Sidogiri
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Djalil bin Fadhil, Pendiri Madrasah Pertama di Pesantren Sidogiri

wafat 1947 M · 3.010 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi KH. Abdul Djalil bin Fadhil, Pendiri Madrasah Pertama di Pesantren Sidogiri

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Mendirikan Madrasah
3.3  Pejuang Melawan Penjajah

4.   Teladan
4.1  Wara' dan Sederhana
4.2  Mujahadah dan Ibadah

5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
Kyai Abdul Djalil lahir dan besar dari keluarga yang agamis, ayah beliau bernama Kyai Fadlil bin Sulaiman bin Ahsan bin Zainal Abidin (Bujuk Cendana), nasab beliau bersambung ke Sayyid Qasim (Sunan Drajat) bin Sayyid Rahmatullah (Sunan Ampel). Sedangkan ibu beliau bernama Nyai Syaikhah binti Syarifah Lulu’ binti Sayyid Abu Bakar Asy-Syatha Ad-Dimyathi, pengarang kitab I’ânah Ath-Thâlibîn.

Jadi, dari jalur ibu, Kyai Abdul Djalil adalah cicit dari pengarang kitab terkenal itu. (Kyai Abdul Djalil bukan putra KH. Abdus Syakoer seperti yang pernah tertera dalam kalender resmi Pondok Pesantren Sidogiri. Kyai Abdul Syakoer adalah mertua Kyai Fadlil, dan Kyai Syakoer itu menjadi menantu Syekh Syatha).

Saudara kandung Kyai Djalil ada 5 orang, 3 putra dan 2 putri, yaitu: KH. Abdul Djalil, Kyai Zainal, Kyai Achmad Salim, Nyai Aminah, Nyai Mutammimah.

Kyai Zainal dan Kyai Salim meninggal dalam usia remaja, sementara Nyai Aminah menikah dengan Syekh Iskandar, Surabaya. Dan Nyai Mutammimah Menikah dengan Kyai Syukur dari Desa Wangkal (abah Kyai Bahar, Warungdowo).

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Abdul Djalil menikah dengan Nyai Hanifah putri KH. Nawawie (Kyai beliau).

1.3 Wafat
Kyai Abdul Djalil wafat tepat pada hari Kamis tanggal 10 Dzulqoidah 1366 H atau 26 September 1947 M sekitar pukul 06.00 pagi hari. Beliau dimakamkan di areal Pemakaman Keluarga Sidogiri. Sedangkan beberapa orang pengawal beliau dimakamkan di samping Masjid bagian utara (dekat jeding Masjid).

Kyai Abdul Djalil adalah satu dari sekian ribu ulama yang menjadi korban kebiadaban Belanda. Di sini, kiranya penting kita kutip pernyataan jujur seorang jenderal Belanda yang memimpin agresi tersebut. “Andaikan tidak ada ulama-ulama atau Kyai-Kyai kolot dan ortodoks (baca: Pesantren), Negara Indonesia tidak mungkin meraih kemerdekaan.” Allahu Akbar!

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Kyai Djalil tumbuh dan besar sebagaimana layaknya anak-anak yang lain, bergaul dan akrab dengan teman-teman beliau. Namun, menurut Kyai Bahar teman sepermainan beliau saat masih kanak-kanak, Kyai Djalil sudah tampak kewaraan beliau. Di saat teman-teman beliau makan tebu atau mencari mangga jatuh, beliau selalu menghindar tidak mau ikut.

Beranjak remaja, Kyai Djalil lebih suka mempergunakan masa muda beliau untuk memperdalam ilmu-ilmu agama. Di samping bimbingan dari ayah beliau sendiri, beliau juga dididik oleh uwak-beliau (paman) sendiri, Kyai Ahsan, Banjar Probolinggo.

Secara fisik Kyai

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+