Biografi KH. Fathurrahman Abu Said Tuban
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Fathurrahman Abu Said adalah pendiri Pondok Pesantren Manbail Futuh Beji Jenu Tuban. Beliau lahir sekitar tahun 1879 M. dari pasangan KH. Abu Said dan Hj. Shofiyah (sebelum berangkat haji bernama Semi).
1.2 Wafat
Beliau dipanggil oleh Allah SWT pada tahun 1944 M dan dimakamkan di pemakaman keluarga pesantren Mambaul Futuh, Tuban.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Fathurrahman Abu Said menikah dengan gadis yang bernama Masyithoh putri KH. Sholeh bin Mukhtar, pengasuh "Pondok Beji Kidul" atau "Mukhtariyah Assyafiiyah". Dari pernikahan ini beliau dikaruniai sebelas putra. Dua di antaranya meninggal pada waktu masih kecil.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pada waktu kecil diperkirakan belajar agama kepada Kiai Mukhtar, seorang kiai di kampungnya sekaligus pengasuh "Pondok Beji" yang waktu itu hanya mengadakan pengajian-pengajian dalam lingkup kecil. Sekarang pondok ini bernama Pondok Pesantren Mukhtariyah Assyafi'iyah.
Setelah dikhitan, beliau melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Jamsaren Solo di bawah asuhan KH. Idris, pengasuh generasi ketiga. Pengasuh pertama yaitu Kiai Jamsari dan kedua yaitu Kiai Jamsari II. Beberapa tahun di Jamsaren beliau disuruh pulang dan mendirikan pondok oleh Kiainya.
Boyong dari Solo beliau tidak langsung pulang, namun melanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban yang diasuh oleh KH. Muhammad Khozin, pengasuh generasi ketiga. Pengasuh pertama yaitu KH. Muhammad Nur dan dilanjutkan KH. Ahmad Sholeh.
2.2 Guru-Guru Beliau
- KH. Abu Said
- Kiai Mukhtar
- KH. Idris
- KH. Muhammad Khozin
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Setelah menunaikan ibadah haji, beliau dibangunkan pondok walaupun masih sederhana. Pada mulanya pondok ini hanya terkenal dengan nama "Pondok Beji Lor" untuk membedakan dengan "Pondok Beji Kidul" yang diasuh oleh KH. Sholeh Mukhtar (mertua KH. Fathurrahman Abu Said Tuban). Pondok Beji Lor ini kemudian oleh beberapa penerus beliau diganti dengan nama "Roudlotul Mustarsyidin Assaidiyah". Setelah itu berdirilah madrasah formal yang diberi nama "Manbail Futuh". Karena beberapa hal, akhirnya nama Pondok dan Madrasah disatukan menjadi "
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

