KH. Asmuni Syamsuri merupakan pendiri Pondok Pesantren Asy-Syamsuriyah yang berada di Desa Jagalempeni, Kecamatam Wanasari Kabupaten Brebes.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Asmuni Syamsuri lahir di Jagalempeni, pada tanggal 25 Desember 1947, beliau merupakan putra ketiga dari pasangan Nyai Khumaerah dengan Kyai Syamsuri Al-Khafid. Dengan jumlah saudara 12, yang hidup hingga dewasa ada 7 orang.
1.2 Wafat
KH. Asmuni Syamsuri wafat pada hari Kamis 23 Februari 2017, setelah shalat Subuh berjamaah, karena kondisi kurang sehat, yang awalnya menyimak bacaan Surat Yasin dan duduk bersama santrinya di aula, beliau kemudian masuk kamar, ditemani salah salah satu santri yang biasa bersama beliau.
Karena terlihatnya sakitnya semakin memburuk, maka santri tersebut memanggil putra-putri beliau. Sesampai di kamar, Kyai Asmuni mohon maaf dan mewasiatkan kepada anak-anaknya untuk Istiqomah memperjuangkan segala aspek kesantrian & kepesantrenan di Pondok Pesantren Asy-Syamsuriyyah.
Setelah wasiat disampaikan, tidak lama kemudian beliau wafat. Innalillahi wa inna Ilahi Roji’un. Semoga Allah membalas jasa beliau dan ditempatkan pada tempat yang mulia di sisi-Nya. Amin.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Asmuni Sjamsuri mendapat didikan disiplin dari ayahnya sejak di pondok. Pernah Kyai Asmuni pulang ke rumah dari pondok karena sakit panas yang cukup parah. Namun oleh ayahnya disuruh kembali lagi ke pondok, sebab jangan karena sakit menjadi alasan untuk meninggalkan pondok. Meskipun sang Ibu menangis karena melihat kondisi anak yang sedemikian, namun Kyai Asmuni kecil menurut pulang kembali ke pondok yang jauh sekali dari rumahnya, yaitu di Kaliwungu Kendal.
2.2 Guru-Guru
1. Nyai Hj. Khumaerah
2. Kyai Syamsuri Al-Hafidz
3. KH. Dimyati Rais
4. KH. Abdullah Faqih Langitan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Kebiasaan KH. Asmuni Sjamsuri berdakwah, sudah dimulai ketika masih menjadi santri pondok. Ketika KH. Asmuni Sjamsuri liburan dari pondok dan berada di rumah, sang ayah selalu menyuruh anaknya untuk dakwah di kampungnya sendiri dan kampung-kampung sekitar dengan mengisi pengajian-pengajian di masyarakat yang sedang membutuhkan atau punya hajat.
Dengan semangat sang ayah, selalu mengawal & memantau selama kegiatan pengajian yg diisi oleh KH. Asmuni Sjamsuri berlangsung, sekaligus sang ayah ingin mengembangkan bakat anaknya dan mengasah mentalnya. Alhasil, selesai nyantri di Kaliwungu, masih usia sangat muda, KH. Asmuni Sjamsuri sudah menjadi da'i kondang, berdakwah ke seluruh daerah di Nusantara, termasuk mimbar-mimbar dakwah yg diselenggarakan oleh Pertamina seluruh Indonesia.
Kegigihan berdakwah dan usaha KH. Asmuni, mewarisi kesuksesan dakwah dari orang tuanya, yang lebih dulu aktif berdakwah. Baik di majelis taklim yang didirikan sendiri maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Termasuk pula kesuksesa
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

