KH. Bachri Basyiron mendirikan dengan peletakan batu pertama pada pertengahan tahun 1955 atas titah sang guru, KH. Ma’shum Lasem. Suatu ketika, setelah boyongan dari Pesantren Al-Hidayah Lasem-Rembang, Jawa Tengah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.2 Mendirikan Pesantren
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Bachri Basyiron lahir pada tahun 1928 M, beliau merupakan putra ke tiga dari enam bersaudara dari pasangan Kyai Basyiron dengan ibu Nyai Kasini. Saudara-saudara beliau yakni:
- KH. Ahmad Siddiq
- Nyai Asih
- KH. Bachri
- Nyai Sholihah
- KH. Mohammad Sholeh
- KH. Abdul Fattah
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1953 tepat diusia 25 tahun KH. Bachri pulang ke rumah, kemudian beliau menikah dengan Nyai Hj. Maslichah keponakan KH. Abdullah Salam Kajen.
Sosok KH. Bachri memang fenomenal. Selain alim dan sakti, kelima anaknya pun dapat diandalkan, yakni:
- KH. Badrussalam, kini menggawangi salah satu pesantren di Kajen, Minsyaul Fadli.
- Nyai Hj, Mas’adah yang bersuamikan KH. Mu’tashom, mengelola lembaga pendidikan An-Nasyriyah di Lasem Rembang.
- Nyai Zumrotul Husna,
- Kyai Ahmad Musaddad,
- Nyai Isti’anah
Ke tiga anak terakhir bahu-membahu melanjutkan perjuangan ayahnya merawat madrasah pesantren berbasis Tahfidz yang akan mencetak para hafidz-hafidzah yang berwawasan jauh ke depan.
1.3 Wafat
KH. Bachri Basyiron wafat pada tahun 2007 di usia 79 tahun, dan dimakamkan di Winong, tepatnya di sebelah barat Pesantren PTQA An-Nuur Pati.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Bachri mengawali pendidikannya di Madrasah Miftahul Huda selama enam tahun dibawah asuhan KH. Sholeh Amin, Tayu Wetan. Setelah lulus dari madrasah KH. Bachri melanjutkan ke pesantren di Kajen, Pati di bawah asuhan KH. Abdullah Thohir Nawawi selama tiga tahun.
KH. Bachri, merupakan sosok santri yang tidak puas belajar ilmu agama. Setelah mondok di Tayu beberapa waktu lamanya, beliau melanjutkan belajar ilmu agamanya di Kajen-Pati.
Lalu, melanjutkan lagi mondok di Lasem Rembang di bawah bimbingan KH. Ma’shum Lasem, Rembang. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal, asuhan KH. Ahmad Rukyat selama tiga tahun. KH. Bachri melanjutkan pendidikannya di Pesantren Benda Kerep. Sebelum akhirnya berguru kepada KH. Abbas Buntet Cirebon.
2.2 Guru-Guru
- Kyai Basryiron (ayah),
- KH. Sholeh Amin,
- KH. Abdullah Thohir Nawawi,
- KH. Ma’shum Lasem, (Pesantren Al Hidayat Lasem),
- KH. Ahmad Rukyat, (P
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

