Syekh Muhammad Suja'i al-Kudani (Mama Gudang) juga aktif dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin beliau sering mengunjungi berbagai daerah seperti Banten Jakarta, Lampung, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku untuk memberikan ceramah pengajian dan bimbingan rohani.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
5. Karir-Karir
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Muhammad Suja'i Al-Kudani lahir pada hari Senin, sekitar tahun 1835 Masehi merupakan sosok seorang Ulama Tatar Pasundan yang bergelar Al-Aalim Al-Allaamah.
Sebagai seorang Ulama Besar di zamannya, beliau adalah putra dari pasangan Mama Abdurrahman dan Ibu Siti Layyimah dikalangan para murid-muridnya beliau lebih masyhur dengan sebutan Mama Gudang.
1.2 Riwayat Keluarga
Syekh Muhammad Suja'i Al-Kudani Menikah dengan Nyimas Hj. Khodidjah, Putri dari Pengusaha Alim dari Demak, Jawa Tengah yang dikenal dengan sebutan Haji Dolar/Haji Dullah.
1.3 Wafat
Syekh Muhammad Suja'i Al-Kudani (Mama Gudang) wafat pada hari Jum'at 10 Dzulhijah 1385 Hijriah atau 1 April 1966 di usia sekitar 131 tahun, beliau dimakamkan di Pesantren Gudang Tasikmalaya yang menjadi tempat beliau mengabdi sepanjang hidupnya beliau meninggalkan warisan berupa ilmu amal dan keturunan yang banyak di antara putra-putrinya yang juga menjadi ulama terkenal dan murid-muridnya yang juga menjadi ulama.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Beliau belajar pertama kali dari ayahnya Mama Abdurahman yang mengajarkan ilmu-ilmu dasar seperti Al-Qur'an, hadis, fiqih, nahwu, sharaf dan lain-lain. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di berbagai pesantren dan majelis ilmu di Jawa Barat seperti Pesantren Rancapon Dewi di Tasikmalaya, Pesantren Bojong di Garut, Pesantren Bunikasih di Cianjur, dan Pesantren Cibitung di Bandung Barat.
Di sana beliau bertemu dan berguru kepada ulama-ulama besar seperti Syekh Muhammad Adzro'i (Mama Bojong), Syekh Muhammad Shoheh (Mama Bunikasih) dan Syekh Muhammad Ilyas Esibituni (Mama Cibitung).
Selain itu Syekh Muhammad Suja'i Al-Kudani (Mama Gudang) juga pernah belajar di Madura Jawa Timur di bawah bimbingan Syekh Muhammad Kholil Bangkalan yang dikenal sebagai mbah Kholil atau Syaikhona Kholil, salah satu ulama terkemuka di Nusantara yang memiliki banyak cabang tarekat khususnya tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah.
Syekh Muhammad Suja'i Al-Kudani (Mama Gudang) juga mendapatkan ijazah dan kirka jubah dari Syaikhona Kholil yang menunjukkan bahwa beliau adalah salah satu murid kesayangannya.
2.2 Guru-Guru
- Syekh Abdurrohman (ayahnya),
- Syekh Abdurrahim (pamannya),
- Syekh Abdullah (Mama Cidahu),
- Syekh Adzro'i (Mama Nagrak/Nagrog),
- Syekh Abdul Fatah (Mama Argasari),
- Syekh Hasan Mustofa Garut (Mama Panghulu Agung),
- Syekh Muhammad Adzro'i (Mama Bojong),
- Syekh Muhammad Shoheh (Mama Bunikasih),
- Syekh Muhammad Ilyas Esibituni (Mama Cibitung),
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

