KH. Ahmad Athoillah Bisri, adalah putera pertama dari KH. Bisri Syansuri dan Hj. Chadidjah. KH. Ahmad Athoillah Bisri lahir di Jombang pada 18 Juni 1916 M. bertepatan dengan 17 Sya’ban 1334 H.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengasuh Pesantren
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ahmad Athoillah Bisri, adalah putra pertama dari KH. Bisri Syansuri dan Hj. Chadidjah. KH. Ahmad Athoillah Bisri lahir di Jombang pada 18 Juni 1916 M bertepatan dengan 17 Sya’ban 1334 H.
1.2 Riwayat Keluarga
Kyai Athoillah menikah dengan Hj. Mahmulah, putri bungsu KH. Masyhoed, Pengasuh Pondok Pesantren Keprabon Solo. Dalam pernikahannya dengan Hj. Mahmulah, beliau dikaruniai empat orang putra dan putri yaitu, Ahmad Hafidz Ahmad, Hamidah Ahmad, Halimah Ahmad dan Hanifah Ahmad. Dalam kehidupan keluarga Kyai Athoillah dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan sangat mengutamakan keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Ahmad Athoillah Bisri turut menjalani pendidikan ‘nyantri keliling’ yang merupakan tradisi dalam mendalami ilmu agama Islam. Di antaranya, pernah belajar di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar di bawah asuhan ayahanda, KH. Bisri Syansuri, hingga usia remaja. Kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Tremas Pacitan, seangkatan dengan KH. Mu’thi Ali (mantan Menteri Agama RI) dan KH. Ali Ma’sum (Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak).
2.2 Guru-Guru
1. KH. Bisri Syansuri
2. KH. Dimyati Termas
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengasuh Pesantren
Setelah melakukan pendidikan ‘nyantri keliling’, KH. Ahmad Athoillah Bisri mengabdi pada pondok pesantren yang didirikan oleh KH. Bisri Syansuri (Ayahnya sendiri). Selama pengabdiannya Setelah melakukan pendidikan ‘nyantri keliling’, KH. Ahmad Athoillah Bisri mengabdi pada pondok pesantren yang didirikan oleh KH. Bisri Syansuri (Ayahnya sendiri).
Selama pengabdiannya tersebut, KH. Ahmad Athoillah Bisri menjadi asisten pengasuh. Ketika KH. Bisri Syansuri mulai fokus menjadi Anggota DPR, posisi pengasuh pondok pesantren mulai ia pegang. KH. Ahmad Athoillah Bisri merupakan sosok yang menginginkan pembaharuan, seperti diadakannya pendidikan salaf ke sistem madrasah dengan berdirinya madrasah Mabadi’ul Huda.
Madrasah ini dikemudian hari menjadi MTsN dan MAN Denanyar. Semasa KH. Ahmad Athoillah Bisri menjadi pengasuh dan mendidik para santri, kitab yang menjadi ciri khasnya adalah Tafsir Jalalain, Syarah Ibnu Aqil dan Kifayatul Ahyar.
4. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari data-data yang dimuat di situs:
https://www.scribd.com/document/419754991/Mbah-bisri
Artikel ini sebelumnya diedit tanggal 18 Juni 2024 dan diedit kembali dengan penyelarasan bahasa tanggal 18 Juni 2026.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

