Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Nashiruddin Qodir, Pendiri Pesantren Daruttauhid Al-Hasaniyyah Tuban
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Nashiruddin Qodir, Pendiri Pesantren Daruttauhid Al-Hasaniyyah Tuban

1949 – 2017 M · 4.010 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Nashiruddin Qodir memiliki nama lengkap KH. Muhammad Nashiruddin Qodir yang kerap dipanggil mbah Yai Nashir bagi masyarakat. Beliau merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasaniyyah Tuban. Beliau lahir di Desa Tanggir Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban pada tanggal 1 Juli 1949, bertepatan dengan agresi militer ke-2.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi
1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Karier

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Nashiruddin Qodir memiliki nama lengkap KH. Muhammad Nashiruddin Qodir yang kerap dipanggil mbah Yai Nashir bagi masyarakat. Beliau merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasaniyyah. Beliau lahir di Desa Tanggir, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban pada tanggal 1 Juli 1949, bertepatan dengan agresi militer ke-2.

Beliau lahir di sebuah rumah yang menyerupai gudang, ketika ibunya sedang mengungsi akibat agresi Belanda. Setelah beliau lahir dan kondisi aman, KH. Nashiruddin dan ibunya kembali ke daerah asalnya yaitu Desa Sendang. Ayahnya bernama H. Abdul Qodir dan ibunya bernama Hj. Suwaedah, aktifitas keseharian orang tuanya adalah bertani.

KH. Nashiruddin Qodir merupakan anak ke delapan dari dua belas bersaudara diantaranya adalah Unsiyah, Ny. Raihanah, Abdusyakur (wafat ketika masih kecil), Hj. Maghfiroh, Hj. Siti Azizah, Khoirul Huda, Masyhudi (wafat ketika masih kecil), Abdul Mun‟im, Alifatun (wafat ketika masih kecil), Mahfudz, Mustamidz, dan Siti Chalimah (wafat ketika masih kecil).

1.2 Riwayat Keluarga
Sebelum pergi ke Makkah untuk menimba KH. Nashiruddin Qodir dijodohkan oleh Hj. Siti Khoiriyah yang ketika itu masih berusia tiga belas tahun putri dari H. Ashari. Setelah pulang dari Makkah KH. Nashiruddin memulai hidup barunya dengan istrinya yang telah setia menunggunya selama lima tahun. Dari pernikahan itu dikaruniai beberapa anak.

1.3 Wafat
Pada hari Jumat tanggal 28 Juli 2017 KH. Nashiruddin berpulang ke rahmatullah dalam usia 67 tahun di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, karena penyakit jantung.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Semasa kecil KH. Nashiruddin selalu belajar mengaji kepada ayahnya sendiri. Selain kepada ayahnya ia juga mengaji kepada KH. Ahmad  Siddiq, dan para kyai di desanya, pendidikannya waktu itu ia dapatkan dari sentuhan para kiai dan ulama’. Sebagaimana seperti anak desa lainnya KH. Nashiruddin juga belajar mengaji di masjid yang merupakan tempat di mana para anak-anak desa untuk memperoleh ilmu-ilmu  agama. 

Ketika berumur 9 tahun KH. Nashiruddin Qodir sudah memiliki niatan mengikuti jejak kakaknya untuk belajar di pondok pesantren.  Mendengar hal tersebut orang tua KH. Nashiruddin sangat khawatir karena usianya yang masih kecil untuk tinggal di pesantren. Tetapi melihat keinginan beliau yang sangat besar untuk belajar di pesantren, akhirnya orangtua KH. Nashiruddi Qodir menyetujuinya dengan tanpa persiapan dan bekal seadanya.

KH. Nashiruddin Qodir pertama k

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+