Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Syamsuri Brabo, Pendiri Pesantren Sirojuth Tholibin Gorobogan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Syamsuri Brabo, Pendiri Pesantren Sirojuth Tholibin Gorobogan

1906 – 1988 M · 24.634 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH Syamsuri Brabo Ulama Nahdlatul Ulama, Grobogan, Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Kisah Karomah dan Teladan
4.1  Teladan
4.2  Pribadi Penyabar
4.3  Karomah

5.    Chart Silsilah Sanad
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Syamsuri Brabo lahir pada tanggal 21 April 1906 di Tlogogedong, Demak, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Dahlan bin Nolo Khoiron, seorang pemuka agama dan oleh masyarakat dipercaya menjadi imam di sebuah mushala di Desa Tlogogedong Demak

1.2 Wafat
KH. Syamsuri Brabo berpulang ke Rahmatullah tepat ba’da Maghrib malam Rabu, 23 Safar (4 Oktober 1988). Makam KH. Syamsuri Brabo berada di Taman Pemakaman Umum di Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Sebagaimana putra seorang pemuka agama, KH. Syamsuri muda sudah diajari pengetahuan keagamaan dasar dengan cukup lengkap, baik dalam hal ibadah, aqidah, fiqih, juga Al-Qur’an. Bagi beliau, guru yang pertama adalah KH. Dahlan, ayah beliau sendiri. Selanjutnya, KH. Syamsuri muda belajar kepada KH. Abdurrohman Tlogogedong Demak Jawa Tengah.

Saat nyantri kepada KH. Abdurrohman itulah, KH. Syamsuri pernah mendapat wejangan, “seng sregep ngajine, sisok tak pek mantu” (Kamu rajin mengaji ya…, besok saya jadikan menantu).

Berbekal keyakinan dan semangat yang tinggi, KH. Syamsuri melanjutkan pendidikan beliau dengan belajar kepada Kyai Irsyad Gablog. Setelah selesai, beliau melanjutkan dengan nyantri di Mangkang, lalu belajar juga di Pesantren Tebuireng di bawah asuhan KH. Hasyim Asy’ari.

Kemudian melanjutkan dengan belajar fan hadis (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) kepada KH. Hasan Asy’ari di Poncol Bringin Salatiga. Setelah selesai, beliau kembali melanjutkan pendidikan beliau di Pesantren Tegalsari, Bringin Salatiga di bawah asuhan KH. Tholhah.

Lalu kembali melanjutkan pendidikan beliau lagi dengan belajar kepada KH. Syarqowi Tanggung Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah selama tiga tahun, sebelum akhirnya beliau diambil menantu oleh KH. Syarqowi. Hal ini karena KH. Syarqowi melihat kekhususan yang muncul dalam pribadi Kyai Syamsuri.

Di antara teman yang seangkatan dengan Kyai Syamsuri adalah KH. Muslih Mranggen Demak. Bahkan, Kyai Syamsuri dan KH. Muslih sama-sama alumni Pondok Tanggung, di bawah asuhan KH. Syarqowi.

Bahkan ada sebuah kisah menarik di antara keduanya, K

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+