Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri

1948 – 2014 M · 19.595 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri, Lc. H Ulama Nahdlatul Ulama Grobogan

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Aktif Berorganisasi

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri, Lc., lahir pada tanggal 2 Juli 1948 di Grobogan, sebuah daerah yang kaya akan tradisi keagamaan dan budaya di Jawa Tengah. Beliau adalah putra keempat dari lima bersaudara, buah hati dari pasangan KH. Syamsuri Dahlan dan Nyai Muslihah, yang merupakan putri dari KH. Syarqowie, seorang tokoh ulama terkemuka di Tanggungharjo.

Dari keluarga yang penuh dengan keteladanan dan dedikasi terhadap agama, KH. Ahmad Baidlowie tumbuh bersama saudara-saudaranya yang juga memiliki semangat keagamaan yang kuat. Saudara-saudara beliau antara lain:
1. Mifroh
2. Shofiyyah
3. Maisun
4. H. A. Baidlowie
5. H. M. Anshor Syamsuri

Dalam lingkup keluarga yang religius ini, KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri dibesarkan dengan nilai-nilai Islam yang kuat, yang kemudian membentuk karakter dan dedikasi beliau terhadap dakwah dan pendidikan Islam.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri, Lc., menikah dengan Ibu Nyai Hj. Maemunah AH, putri dari KH. Shofawie, seorang ulama terkemuka di Solo. Pernikahan ini menjadi ikatan yang mempererat dua keluarga besar yang sama-sama berdedikasi dalam dunia keagamaan.

Dari pernikahan tersebut, KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri dan Ibu Nyai Hj. Maemunah AH dikaruniai empat orang anak yang melanjutkan jejak orang tuanya dalam bidang keagamaan dan pendidikan. Anak-anak mereka adalah:
1. KH. M. Shofi Al Mubarok AH
2. Hj. Millaty Azka AH
3. H. Mu’tamir Hilmy Mujtaba AH
4. Hj. Naila Iffah Fitriyyah

Anak-anak ini dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai Islam dan keteladanan, mewarisi semangat dakwah dan komitmen terhadap pendidikan dari kedua orang tua mereka.

1.3 Wafat
KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri, Lc. wafat pada hari Kamis Kliwon, 23 Oktober 2014, di pagi hari. Jenazah beliau dikebumikan di Pemakaman Desa Brabo, Grobogan, tempat di mana beliau telah mengabdikan hidupnya untuk mendidik dan membimbing masyarakat dalam keilmuan dan spiritualitas Islam.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, dan masyarakat yang telah merasakan manfaat dari ilmu dan keteladanan beliau. Namun, warisan beliau dalam bentuk pendidikan, karya tulis, serta dedikasi terhadap Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Menurut penuturan KH. Mukhlas Siroj dari Tanggungharjo, sejak kecil KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri, Lc., memulai pendidikannya dengan belajar pengetahuan agama kepada orang tuanya sendiri, KH. Syamsuri Dahlan. Selain belajar di rumah, beliau juga menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (SR) bersama adiknya, H. M. Anshor Syamsuri, di Tanggungharjo.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SR, KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan kemudian Madrasah Aliyah (MA) di Pesantren Futuhiyyah Mranggen, di bawah asuhan KH.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+