Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Mannan Syukur, Pendiri Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Singosari, Malang
\U0001F4DC
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Mannan Syukur, Pendiri Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Singosari, Malang

1925 – 2006 M · 32.905 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Kiai Abdul Mannan Syukur Ulama Nahdlatul Ulama Malang Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama

4.    Chart Silsilah Sanad
5.    Referensi

1. Riwayat Keuarga

1.1 Lahir
KH. Abdul Mannan Syukur atau yang akrab dengan sapaan Romo Kyai Mannan adalah seorang ulama kharismatik yang lahir tanggal 24 April 1925 di Desa Kraden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Beliau merupakan putra enam dari tujuh bersaudara dari pasangan KH. Abdul Syukur dan Nyai Hj. Mas’adah.

Dari faktor keturunan (genelaogis) ibu, Kyai Mannan adalah generasi ke-9 dari Ki Ageng Hasan Besari, seorang ulama di keturunan priyayi yang mendirikan pesantren di Tegalsari, Ponorogo. Konon, pesantren ini yang menjadi cikal bakal lahirnya pesantren-pesantren di pulau Jawa.

Sedangkan dari ayah, Kyai Mannan merupakan keturunan ke-11 dari Sunan Bayat, salah satu tokoh penyebar agama Islam pada masa Kerajaan Demak. Adapun eyang dari sang ibu adalah seorang ahli Al-Qur’an dan ahli shorof yang kesepuluh putra-putrinya menjadi kyai dan memiliki pesantren.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada Desember 1954 KH. Abdul Mannan Syukur menikah pada umur 29 dengan perempuan bernama Nyai Hj. Umi Hasanah. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai 5 orang anak, yakni Nyai Hj. Maftuhah, Nyai Ummu Zahrah, KH. M. Choirul Amin, Nyai. Musyarafah, Nyai Nur Lailiyah, M.Si. Sebagai orang tua, Kyai Mannan adalah tipe orang tua yang mendidik anak dengan pengarahan.

1.3 Wafat
Kesehatan Kyai Mannan yang memburuk, dimulai sejak wafatnya sang istri, ibu Nyai Hj. Umi Hasanah pada hari Senin Legi, tanggal 18 Sya’ban 1427 atau bertepatan 11 September 2006. Setelah sang istri wafat, penyakit ambeien yang diderita Kyai Mannan menjadi sering kambuh. Riwayat penyakit Kyai Mannan yang lain yaitu sakit gula darah (diabetes) memaksa Kyai Mannan untuk dirawat di Rumah Sakit Islam Malang.

Namun Allah berkendak lain dalam menyikapi penyakit Kyai Mannan, beliau wafat pada malam Sabtu Legi, 20 Safar 1428 H atau 9 Maret 2007 sekitar pukul 22.10 WIB dalam usia 82 tahun. Jenazah beliau dimakamkan di sebelah makam istrinya di samping mushola putra kompleks Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Singosari Malang.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Kyai Abdul Mannan Syukur mulai belajar membaca ilmu agama di bawah asuhan sang Ibu. Institusi keluargalah yang mengajari Kyai Mannan mulai dari baca Al-Qur'an, aqidah, dan muamalah. Mengikuti arahan dari orang tuanya, Kyai Mannan berangkat menuntut ilmu pada umur 11 tahun.

Tempat pertama yang Kyai Mannan datangi untuk menuntut ilmu adalah di Beran Ngawi. Di sana Kyai Mannan berguru kepada KH. Abdul Mu’thi yang masih ada hubungan kerabat dengan keluarga Kyai Mannan. Di pesantren KH. Abdul Mu’thi ini, Kyai Mannan mempalaj

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+