Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Baedlowie Sirodj
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Baedlowie Sirodj

1900 – 1982 M · 15.202 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Baedlowie Sirodj Ulama Nahdlatul Ulama Pati Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi
1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Merintis Pesantren
3.2  Teladan

4.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Baedlowie Sirodj dilahirkan pada tahun 1900 di desa Kajen, sebuah desa yang terletak di kecamatan Margoyoso, sekitar 18 km ke arah utara dari kota Pati. Beliau merupakan putra kedua dari pasangan KH. Sirodj dan Nyai Hj. Khodijah. Dalam keluarga ini, KH. Baedlowie Sirodj memiliki tiga saudara, yakni Nyai Hj. Halimah, KH. Hambali, dan Nyai Hj. Fatimah.

KH. Baedlowi lahir dari keluarga dengan latar belakang kiai dan bangsawan di daerahnya. Beliau merupakan keturunan ulama besar KH. Ahmad Mutamakkin dari dua garis, yaitu dari Raden Hendro Kusumo dan Nyai Alfiyah atau biasa disebut Mbah Godek.

Nasab KH. Baedlowi dari jalur ayahnya adalah sebagai berikut: KH. Baedlowi bin Sirojd bin Ishaq bin Sawijah binti R. Danum bin Toyyibah binti Muhammad Hendro Kusumo bin Ahmad Mutamakkin.

KH. Baedlowi tumbuh di lingkungan pesantren yang sangat kental dengan ajaran agama Islam. Ketika beliau berumur sekitar lima tahun, ayahnya, KH. Sirodj, mendirikan Pesantren Wetan Banon yang letaknya di sebelah timur makam Syekh Mutamakkin.

Pada masa kecilnya, KH. Baedlowi dikenal sebagai sosok yang menyayangi binatang. Beliau memelihara berbagai binatang ternak seperti ayam, bebek, dan kambing. Ayahnya, KH. Sirodj, menyediakan tanah bagian timur untuk beliau, yang kemudian digunakan untuk membuat beberapa kamar pondokan.

Kehidupan masa kecilnya di lingkungan pesantren berperan besar dalam pembentukan wataknya yang haus akan ilmu pengetahuan dan kepeduliannya terhadap pelaksanaan ajaran agama. KH. Baedlowi dikenal sebagai sosok yang alim dalam pengetahuan agama dan mampu melahirkan ide-ide atau pemikiran yang cemerlang pada masanya.

1.2 Riwayat Keluarga
Buah dari pernikahannya, KH. Baedlowie Sirodj dikaruniai dua putra dan empat orang putri, yaitu : KH. Faqihuddin, KH. Ali Ajib, Nyai Hj. Suadah, Nyai Hj. Hamdanah, Nyai Hj. Alfiyah, dan Nyai Hj. Nihayah.

1.3 Wafat
Pada tahun 1980, kondisi KH. Baedlowi mengalami sakit parah. Hingga pada subuh hari Jumat Pahing, tanggal 13 Ramadhan 1402, atau tepatnya 25 Juni 1982, KH. Baedlowi Sirodj berpulang ke rahmatullah pada usia 82 tahun.

KH. Baedlowi dimakamkan di komplek pemakaman Syekh Mutamakkin, bersebelahan dengan makam kakeknya, KH. Ishaq, dan makam ayahnya, KH. Sirodj.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Baedlowi sejak kecil sudah berkecimpung dalam dunia pendidikan. Hal ini terlihat dari usia mudanya, di mana ia telah melalang buana guna menimba ilmu di berbagai pondok pesantren. Ia pernah mondok di Pesantren Tremas, Pesantren Tebuireng, Pesantren Bangkalan, dan Pesantren Lasem.

Baedlowi muda adalah sosok yang rajin belajar, ulet, cerdas, dan sederhana. Pengalaman ini pula yang akhirnya memengaruhinya untuk mengembangkan pesantren ayahnya di Kajen.

Baedlowi memulai pengembaraannya dalam mencari ilmu dengan belajar ilmu tata bahasa dan bahasa

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+