Pada tahun 1989, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub., M.A bersama keluarganya mendirikan Pesantren Darussalam di desa kelahirannya, Kemiri, Batang.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Menjadi Pengajar
4. Perjalanan Organisasi
5. Karya-Karya
6. Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub., M.A lahir pada tanggal 2 Maret 1952 di Desa Kemiri, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Beliau merupakan anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan H. Yaqub dan Hj. Habibah.
1.2 Keluarga
Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub., M.A menikah dengan Nyai Ulfah Uswatun Hasanah, muridnya di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), pada 5 Mei 1990. Dari pernikahannya, beliau di karuniai seorang putra Gus Zia Ul Haramain.
1.3 Wafat
Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub., M.A wafat pada 28 April 2016 di Tangerang Selatan, Banten, dalam usianya yang ke 64. Jenazah beliau dimakamkan di belakang area Masjid Muniroh Salamah, di dalam kawasan pesantren. Putra semata wayangnya, Kyai Zia Ul Haramain kini meneruskan Pondok Pesantren Darus Sunnah yang telah didirikan oleh ayahnya tersebut.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendiidkan
Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub., M.A memulai pendidikannya dengan belajar dari SD sampai SMP di Batang kota kelahirannya. Setelah selesai pendidikan formal di kampung halamannya, beliau melanjutkan pendidikannya di Pesantren Seblak, Jombang sampai tingkat Tsanawiyyah dari1966 sampai tahun 1969.
Pada tahun 1969-1972 beliau melanjutkan kembali dengan belajar di Pondok Pesantren Tebuireng, pada pertengahan tahun 1972 melanjutkan menuntut ilmu pada Program Studi Syariah di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang dan selesai pada tahun 1975.
Dalam perkembangan intelektual KH. Ali Mustafa, guru-gurunya sangat berpengaruh dalam hidupnya. Selama berada di Tebuireng Jombang, beliau banyak menekuni kitab-kitab kuning di bawah asuhan para kyai senior antara lain: KH. Idris Kamali, KH. Adlan Aly, KH. Shobari, dan KH. Syamsuri Baidawi. Di Tebuireng, beliau juga pernah belajar dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk bidang studi Bahasa Arab dan kitab Qatr al-Nadā pada tahun 1971.
Di samping belajar, beliau juga mendapat tugas mengajar di almamaternya tersebut untuk kajian ki
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

