Suara dzikir dan bacaan shalawat hampir tidak pernah berhenti terucap dari lisan beliau. Meskipun sudah larut malam, seringkali terdengar lantunan dzikir dan shalawat dari kamar beliau.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4. Teladan
5. Karomah
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Siradj Akram lahir di Klaten, Jawa tengah pada tanggal 1 Maret 1913 M, beliau merupakan putra KH. Akram bin Abdul Rahman. Nama kecil KH. Siradj Akram adalah Abdus Syakur dan berganti nama menjadi Siradj sejak pulang haji tahun 1927.
1.2 Wafat
KH. Siradj Akram wafat pada usia 87 tahun, pada hari Selasa, 9 Ramadhan 1421/5 Desember 2000. Beliau wafat saat sedang melaksanakan shalat Ashar di tempat tidurnya. Jenazah almarhum dimakamkan di samping Masjid Mujahidin Kadirejo Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Siradj Akram kecil dididik dan diasuh langsung oleh Ayahnya, beliau diajarkan ilmu agama dan Al-Qur’an. Saat sudah cukup umur, ayahnya mengirim putranya ke Pondok Pesantren Tremas. Perjalanan menuju pesantren asuhan KH. Dimyati di Pacitan ditempuhnya dengan berjalan kaki.
Teman seangkatan Kyai Siradj muda di Tremas antara lain KH. Hamid Kajoran (Magelang), KH. Marzuqi Giriloyo (Imogiri), KH. Hamid bin Abdillah (Pasuruan), dan KH. Dimyati (Pandeglang). Semasa di Tremas, Kyai Siradj mendapat tugas khusus dari gurunya (KH. Dimyati) untuk berdakwah kepada kalangan tukang judi sabung ayam dan tempat maksiat lainnya.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Akram bin Abdul Rahman (ayah),
2. KH. Dimyati Tremas.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Sepulang nyantri, Kyai Siradj Akram mulai berdakwah dan mengajar ngaji kitab kuning. Siapapun yang datang untuk mengaji selalu dilayaninya, satu orang santri sekalipun. Pintu rumahnya selalu terbuka bagi siapapun dan tak pandang bulu.
Kyai Siradj dikenal sosok yang gemar silaturrahmi. Menurutnya, tidak harus selalu yang muda yang mesti mengunjungi yang lebih tua, namun, siapa saja yang punya kesempatan bisa saja beranjang sama.
4. Teladan
Ahli Dzikir
Suara dzikir dan bacaan shalawat hampir tidak pernah berhenti terucap dari lisan beliau. Meskipun sudah larut malam, seringkali terdengar lantunan dzikir dan shalawat dari kamar beliau. Dalam keadaan sakit serius sekalipun, Kyai Siradj tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, beliau tetap menampakkan keceri
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

