KH. Fuad Mun’im Dzajuli adalah pendiri Pondok Pesantren Nurul Falah Ploso. Beliau juga merupakan Ulama NU.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Mendirikan Pesantren
2.2 Istiqomah Mengajar Kitab Fathul Qorib
3 Teladan
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Fuad Mun’im Dzajuli atau yang kerap disapa dengan panggilan Gus Fu’ atau Yai Fu’ merupakan putra keempat dari enam bersaudara, dari pasangan KH. Ahmad Djazuli Utsman dengan Nyai Rodliyah Djazuli. Saudara-saudara beliau diantaranya: KH. Achmad Zainuddin, KH. Nurul Huda, KH. Hamim (Gus Miek), KH. Munif, dan Nyai Hj. Lailatus Badriyah.
1.2 Wafat
KH. Fuad Mun’im Dzajuli wafat pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020 pukul 03.30 WIB di Rumah Sakit Darmo, Surabaya.
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Mendirikan Pesantren
Pada tahun 1925, Muassis pondok, Al Maghfur lah KH. Ahmad Djazuli Utsman serta sang Ummul Ma’had simbah Nyai Rodliyah Djazuli mendirikan Pondok Pesantren Al-Falah.
Setelah ayah beliau wafat, para putra-putri beliau melanjutkan estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Falah. Hingga Al-Falah dapat berkembang memiliki cabang yang dikelola oleh para dzurriyah kyai Djazuli yang tersebar di beberapa tempat di Desa Ploso. Salah satu pondok tersebut adalah yang didirikan oleh KH. Fuad Mun’im Dzajuli.
KH. Fuad Mun’im Dzajuli merupakan pendiri Pondok Pesantren Nurul Falah atau dulunya akrab disebut pondok Ndalem Yai Fuad (DYF). Pondok Pesantren Nurul Falah terletak 50 meter utara pondok induk, bersebelahan dengan Poliklinik Pesantren (POLITREN) Al-Falah. Di pondok ini ada santri putra dan putri, baik yang salaf ataupun yang bersekolah formal.
2.2 Istiqomah Mengajar Kitab Fathul Qorib
Keistiqomahan KH. Fuad Mun’im Dzajuli mengaji Kitab Fathul Qorib menjadi inspirasi bagi santri dan alumni. Yai Fu’ berpuluh tahun mengajar kitab fiqih ini. Tidak tebal memang. Namun pondasi fiqih yang kuat, perlu dimiliki oleh para santri. Agar berpegang teguh pada aturan syari'at Islam. Dalam satu tahun, dipastikan Yai Fu’ mengkhatamkan kitab Fathul Qorib. Sekali di luar Ramadhan, dan sekali kala mengaji 15 hari di bulan Ramadhan.
Langkah tegap Yai Fu’, berjalan di tengah para santri yang menunduk ta'dlim, pastilah terpatri dalam memori semua santri Ploso. Dalam keadaan hujan deras sekalipun, Yai Fu’ tetap rawuh. Dengan dipayungi santri. Langsung bergegas meniti titian, dan duduk di teras masjid, menghadap kiblat, sementara para santri mengelilingi beliau.
Setelah Shalat jama'ah Ashar, para santri yang mengikuti pengajian kitab Shahih Bukhori yang dibacakan Yai Huda, bergegas menuju pendopo. Ndalem kasepuhan Pesantren Al-Falah. Sementara yang mengaji kitab Fathul Qorib, telah siap menunggu kehadiran Yai Fu’. Santri yang bertugas membawakan kitab dan mengecek kesiapan mic dan kip
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

