Sebagai seorang lulusan pesantren, pada tahun 1985, beliau mengembangkan majelis ta'lim At-Tarbiyah milik ayahnya. Kyai Hasan mendirikan pondok Pesantren Attarbiyyah yang beliau Kembangkankan di tahun 2000 menjadi yayasan, saat beliau menjadi anggota dewan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengajar di Madrasah
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.3 Mendirikan Pesantren
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Hasan Bisri Syafi'i lahir pada tanggal 12 Desember 1947 di Kampung Poponcol, Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Beliau merupakan putra bungsu dari lima bersaudara, dari pasangan Mama KH. Syafi'i dan Umi Hj. Aminah.
Dari pihak ayah, KH. Hasan Bisri Syafi'i adalah putra dari KH. Syafi'i bin Mbah Jausin bin Mbah Nakiin bin Mbah Jasiun (Aki Kidul) yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Sementara dari pihak ibu, KH. Hasan Bisri Syafi'i bin Umi Hj. Aminah binti One binti Uyut Arfin bin Tol Asimun bin Eyang Sugiri bin Pangeran Jayakarta (seorang bangsawan dari Jakarta).
Saudara-saudara beliau di antaranya Nyai Maemunah, Nyai Juwairiyah (wafat 1990), KH. Bunyamin Syafi'i (wafat 2016), dan Hj. Yoyoh Badriyah (wafat 1983).
1.3 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1969, ketika masih nyantri di Cipasung, beliau dinikahkan oleh ayahnya dengan seorang gadis dari Jatiragas, Jatisari, yaitu putri keempat dari seorang pengusaha beras H. Abdul Majid dengan Hj. Siti Zaenab, bernama Ning Lilis Mardliyyah.
Namun setelah akad nikah berlangsung Kyai Hasan diharuskan berangkat lagi ke Cipasung untuk melanjutkan mondok. Tradisi ini pada zaman itu lumrah terjadi yang dikenal dengan kawin gantung.
Dari pernikahannya ini beliau memiliki enam orang putra dan putri, di antaranya: Hj. Heli Muflihah (lahir 1971), KH. Ahmad Ruhyat Hasby (lahir 1973), Hj. Yeti Ruhiati Hasanah (lahir 1974), KH. Ahmad Zamakhsyari (lahir 1976), Hj. Ema Maemunah (lahir 1980), dan Hj. Euis Muthmainnah (lahir 1986).
1.4 Wafat
KH. Hasan Bisri Syafi’i wafat pada hari Ahad waktu Subuh tanggal 26 Februari 2017.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Di masa kecil, Kyai Hasan belajar Al-Qur’an langsung dari ayahnya sendiri, yakni Mama KH. Syafi'i yang dikenal sebagai Kyai kampung yang rajin mengajar di masjid dan Majelis Taklim At-Tarbiyyah yang didirikannya. Kyai Hasan mengenyam pendidikan formal hanya sampai kelas 5 SR (Sekolah Rakyat) saja.
Sekitar tahun 1960, Kyai Hasan diutus ayahnya mengikuti jejak saudara sepupunya yaitu KH. Romli untuk berangkat mondok di Pesanten Cikuya, Bandung yang diasuh oleh Mama KH. Toha. Salah seorang teman seangkatannya di pesantren ini adalah almarhum KH. Ahmad Syahid, Qori internasional pendiri Pesantren Al-Falah Cicalengka, Bandung.
Kyai Hasan keci
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

