KH. Najib, adalah sosok yang membanggakan keluarga dan daerahnya, Banjarnegara. Beliau dikenal masyarakat tidak hanya sebagai kyai, akan tetapi juga sebagai politisi, pebisnis, dan seniman.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2 Menjadi Mursyid Thariqah
3.3 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.4 Terjun ke Politik
4. Teladan
5. Chart Silsilah Sanad
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Mohammad Najib atau yang akrab dipanggil Gus Najib lahir di Banjarnegara. Beliau merupakan putra dari KH. Hasyim Hasan Fatah.
1.2 Riwayat Keluarga
Gus Najib menikah dengan Nyai Nur Laely Hikmawati. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai tiga anak yaitu: Tamlikho Tajun Nuhudh, Maksal Mina Fathun Nuhudh, dan Syakira Zahiyatal Anjumi.
1.3 Wafat
Gus Najib wafat dalam usia 51 tahun atau tepatnya pada hari Selasa 2 Januari 2018 pukul 17.00 WIB di rumah duka Jl. S. Parman, Km 3, Komplek Pesantren Al-Fatah, Parakancanggah, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Sekitar dua minggu sebelum wafat beliau berpesan kepada pengurus pondok, “hormatilah dan muliakanlah gurumu. Kelak hidupmu akan mulia. Contohlah seperti Mbah KH. Hasyim Hasan Fatah. Akan tetapi, selain memuliakan, kalian juga harus pintar.”
Selain itu pesan Gus Najid pada saat yang sama adalah, “kalian juga harus memuliakan tamu dengan cara bertanya dan menjamu seperti yang dilakukan Mbah dan Abah dulu. Insyaallah anak turun kalian tidak akan kekurangan makanan.”
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Gus Najib menempuh pendidikan di RA dan MI Al-Fatah hingga kelas dua. Kelas tiga sampai empat di Al-Irsyad Purwokerto, lalu pindah ke SD Cokro Banjarnegara kelas lima sampai enam. Jenjang menengah pertama di SMP 2 Banjarnegara, dan jenjang menengah atas di SMA 1 Banjarnegara. Kelas dua pindah ke SMA Jember dan mulai mondok. Kelas tiga SMA pindah ke Pakistan. Beliau kuliah di STIE Banjarnegara satu semester dan pindah ke UNWIKU Purwokerto sejak semester dua.
Semasa muda beliau belajar ilmu hikmah kepada KH. Hamzah yang sekaligus kakek dan menantu dari KH. Abdul Fatah dari putri pertamanya, Hj Umu Kultsum. beliau menuntut ilmu kajian kitab Sulam At-Taufiq, Al-Taqrib, Daqoiq Al-Akhbar, Al-'Usfurriyah, Qothru Al-Ghois sampai Tafsir Jalalain pada KH. Ahmad Dailimi.
Dalam perjalananya menuntut ilmu, beliau juga berguru kepada paman dari ibunya, di Lasem. KH. Ahmadi adalah guru ilmu tata bahasa arab, ilmu Nahwu. Kemudian kepada KH. Muhammad Azizi yang juga pamannya, dirinya belajar shorof dan Nashoih Al-'Ibad.
Gus Najib juga belajar banyak dari seorang kyai dari Yogyakarta. KH. Ali Maksum, Krapyak adalah salah seorang guru beliau dalam belajar shorof selama 5 hari. Ketika mengaji di Jember, Gus Najib menuntut ilmu kepada KH. Ahmad Shiddiq. beliau mengaji kitab tasawuf Riyadh As-Sholihin, Al-Siyasah As-Sar'iyah.
Dalam tata bahasa Arab, beliau juga belajar ke
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

