Kyai Achmad ditinggal ayahnya pada usia 8 tahun. Dan sebelumnya pada usia 4 tahun, Kyai Achmad sudah ditinggal ibu kandungnya yang wafat ditengah perjalanan di laut, ketika pulang dari menunaikan ibadah haji.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Karir-Karir
5. Pecinta Seni
6. Karya-Karya
7. Chart Silsilah Sanad
8. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Achmad Shiddiq yang nama kecilnya Achmad Muhammad Hasan, lahir pada hari Ahad Legi 10 Rajab 1344 H/24 Januari 1926 M di Jember, Jawa Timur. Beliau adalah putra bungsu KH. Shiddiq dari lbu Nyai Hj. Zaqiah (Nyai Maryam) binti KH. Yusuf.
Kyai Achmad ditinggal ayahnya pada usia 8 tahun dan sebelumnya pada usia 4 tahun, Kyai Achmad sudah ditinggal ibu kandungnya yang wafat di tengah perjalanan di laut, ketika pulang dari menunaikan ibadah haji.
Jadi, sejak usia anak-anak, Kyai Achmad sudah yatim piatu. Karena itu, Kyai Mahfudz Shiddiq kebagian tugas mengasuh Kyai Achmad, sedangkan Kyai Halim Shiddiq mengasuh Kyai Abdullah yang masih berumur 10 tahun. Ada yang menduga, bahwa Kyai Achmad terkesan banyak mewarisi sifat dan gaya berpikir kakaknya (KH. Mahfudz Shiddiq).
Kyai Achmad memiliki watak sabar, tenang dan sangat cerdas, wawasan berpikirmya amat luas baik dalam ilmu agama maupun pengetahuan umum.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Achmad Shiddiq menikah pada tanggal 23 Juni 1947 M dengan seorang wanita bernama Nyai Sholihah binti KH. Mujib, dari pernikahannya beliau dikaruniai 5 putra-putri di antaranya:
1. Mohammad Farid Wajdi (Jember),
2. H. Mohammad Rafiq Azmi (Jember),
3. Fatati Nuriana (istri Mohammad Jufri Pegawai PEMDA Jember),
4. Mohammad Anis Fuaidi (wafat sewaktu kecil),
5. Farich Fauzi (pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Kediri).
Namun istrinya meninggal tahun 1955 M, kemudian, beliau menikah kembali dengan Nyai Hj. Nihayah. Dari pernikahannya dengan Nyai Nihayah beliau dikaruniai 8 putra-putri, di antaranya:
1. Asni Furaidah (istri Zainal Arifin, S.E.)
2. H. Moh. Robith Hasymi (Jember)
3. H. Mohammad Syakib Sidqi (Dosen di Sumatera Barat)
4. Mohammad Hisyarn Rifqi (suami Tahta Alfina Pagelaran, Kediri)
5. Ken Ismi Asiati Afrik Rozana, BA (istri Drs. Nurfaqih, guru SMA Jember).
6. Nida, Dusturia (istri Tijani Robert Syaifun Nuwas bin KH. Hamim Jazuli)
7. Mohammad Balya Firjaun Barlaman (pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri)
8. Mohammad Muslim Mahdi (wafat waktu kecil).
1.3 Wafat
Sepulang dari Muktamar di Yogyakarya, KH. Achmad sakit Diabetes Melitus (kencing manis yang parah), lalu beliau dirawat di Rumah Sakit Dr. Sutomo, Surabaya.
“Tugasku di NU sudah selesai”, kata KH. Achmad Shiddiq pada rombongan PBNU yang membesuknya di Rumah Sakit Dr. Sutomo. Ternyata isyarat itu benar, KH. Achmad Shiddiq wafat pada tanggal 23 Januari 1991 M, dan dimakamkan di
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

