KH. A. Nafi’ Abdillah adalah sosok yang bersahaja, santun, dan ramah kepada siapa pun. Sebagai seorang mursyid thariqah, beliau mempunyai jamaah yang tingkat keilmuan dan strata sosialnya beragam, namun beliau mampu mengayomi semua tanpa diskriminasi.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.2 Direktur Perguruan Islam Mathali'ul
4. Teladan
5. Chart Silsilah Sanad
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. A. Nafi’ Abdillah lahir di Kajen, Pati, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari KH. Abdullah Zein Salam bin KH. Abdussalam, seorang penerus estafet kepemimpinan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) setelah KH. Mahfudh Salam, ayahanda KH. Sahal Mahfudz M.A. Kakeknya KH. Abdussalam adalah pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dulu dikenal dengan Sekolah Arab.
1.2 Wafat
KH. Ahmad Nafi' Abdillah Kajen wafat di Turki pada hari Ahad, 22 Jumadil Awal 1438 H/19 Februari 2017.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Kyai Ahmad Nafi’ Abdillah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius, disiplin, dan ketat, baik dalam lapangan ilmu, akhlak yang mulia. Lahir dari ayahanda KH. Abdullah Zein Salam dan Nyai Hj. Aisyah, Kyai Nafi’ Abdillah mendapatkan pendidikan agama, spiritual, dan sosial yang sangat dalam. Pengaruh pendidikan ayahnya sangat melekat dalam kepribadiannya.
Di samping itu, pengaruh guru-guru beliau di Perguruan Islam Mathali’ul Falah juga sangat besar membentuk karakter beliau yang kuat. KH. Muhammadun Abdul Hadi dan KH. MA. Sahal Mahfudz adalah guru-guru istimewa beliau di Kajen yang menumbuhkan ghirah ilmiyyah dalam diri Kyai Nafi’ untuk mencintai ilmu, mengamalkan ilmu, dan menyebarluaskannya kepada masyarakat.
Guru berpengaruh lainnya adalah KH. Maimoen Zubair ketika Kyai Nafi’ meneruskan jenjang pendidikannya ke Pondok Pesantren Sarang. Pondok Sarang secara umum adalah pondok yang orientasi tafaqquh fiddin-nya sangat kuat, khususnya dalam bidang fiqih.
Kyai Nafi’ tentu mengalami pergulatan keilmuan yang sangat intens selama di Sarang, bergumul dengan berbagai karya ulama yang dikenal dengan istilah kitab kuning, baik dalam bidang nahwu-shorof, fiqih-ushul fiqih, balaghoh, tafsir, hadis, akhlak, tasawuf, dan lain-lain. Pergulatan intelektual intens dengan banyak muthala’ah ini menjadi sebuah keniscayaan, tidak hanya mengharap barakah tanpa belajar.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Abdullah Zein Salam (ayah),
2. KH. Muhammadun Abdul Hadi,
3. KH. Sahal Mahfudz M.A.,
4.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

