Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. A. Musallim Ridlo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. A. Musallim Ridlo

lahir 1932 M · 8.106 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. A. Musallim Ridlo tumbuh dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Kyai Musallim kecil mendapat didikan agama langsung dari sang ayah Almaghfurlah KH. A. Masruri. Ketika para santri lain masih terlelap tidur, Kyai Musallim mengaji seorang diri di bawah penerangan lampu minyak.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.3  Aktif di Politik
3.4  Sosok Pendakwah

4.    Karir-Karir
5.    Chart Silsilah Sanad
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. A. Musallim Ridlo lahir pada tanggal 27 Februari 1932 di Banyumas, beliau merupakan putra dari KH. A Masruri.

1.2 Keluarga
KH. A. Musallim Ridlo menikah dengan Nyai Solihah. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai lima orang putra yaitu: Kyai M. Ibnu Ridlo, Nyai Niswati Amanah, Kyai M. Aman Ridlo, KH. M. Maskun Ridlo, dan Kyai M. Hanif Ridlo.

1.3 Wafat
​KH. A. Musallim Ridlo wafat pada hari Kamis 1 Mei 2014 silam. Jenazah beliau dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Al-Masruriyah Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Banyumas.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. A. Musallim Ridlo tumbuh dan besar di lingkungan pesantren. Kyai Musallim kecil mendapat didikan agama langsung dari sang ayah Almaghfurlah KH. A. Masruri. Ketika para santri lain masih terlelap tidur, Kyai Musallim mengaji seorang diri di bawah penerangan lampu minyak.

Selain mengaji ilmu agama, Kyai Musallim muda juga menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (setara SD). Ternyata, kepiawaian Kyai Musallim dalam ilmu agama telah diakui sang ayah sekaligus guru saat usianya relalif muda. Suatu hari KH. A. Masruri akan mengimami shalat jama'ah seperti hari-hari biasa namun beliau merasa was-was saat hendak takbiratul ihram. Lantas, beliau memilih mundur dan meminta Kyai Musallim menggantikannya sebagai imam.

Setamat SR, Kyai Musallim melanjutkan nyantri ke Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Di sana beliau banyak belajar dan menimba ilmu dari KH. Wahid Hasyim, ayah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kepergian KH. Wahid Hasyim yang begitu tiba-tiba dalam sebuah kecelakaan lalu lintas sungguh memukul hatinya. Konon, semangat Kyai Musallim sempat drop sepeninggal Kyai Wahid. Tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, beliau melanjutkan belajarnya ke pesantren asuhan KH. Bisri Mustofa di Rembang, JawaTengah.

2.2 Guru-Guru
1. KH. A. Masruri (ayah),
2. KH. Wahid Hasyim,
3. KH. Bis

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+