KH. Abdul Wahid Hasyim merupakan putra dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas, lahir pada hari Jumat legi, Rabiul Awwal 1333 H, atau dengan 1 Juni 1914 M
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4. Karya-Karya
5. Teladan
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Wahid Hasyim merupakan anak kelima dari 10 orang anak dari pasanganKH. Hasyim Asyari dengan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas. KH. Wahid Hasyim lahir di Jombang, pada hari Jumat Legi Rabiul Awal 1333 H, atau 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian.
Silsilah KH. Abdul Wahid Hasyim dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir. Nasab leluhurnya dimulai dari KH. Hasyim Asyari Putra dari Halimah, Putra Layyinah, Putra Sihah, Putra Abdul Jabar, Putra Ahmad, Putra Pangeran Sambo, Putra Pengeran Benowo, Putra Joko Tingkir (Mas Karebet), Putra Prabu Brawijaya V (Lembupeteng). Sedangkan dari pihak ibu, silsilah tersebut betemu di Sultan Brawijaya V.
Adapun kelima belas putra dan putri KH. Hasyim Asy’ari dan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas di antaranya adalah KH. Abdul Wahid Hasyim, Muhammad Ya’kub, Khoiriyah, Ubaidillah, Mashurroh, Abdul Hakim, Abdul Qodir, Azzah, Muhammad Yusuf, Chotijah, Abdul Karim, Fatimah, Aisyah, Hannah, dan Abdullah.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Abdul Wahid Hasyim menikah pada usia sekitar 25 tahun dengan menikahi seorang gadis yang berumur 15 tahun, yaitu Nyai Solichah binti KH. Bisri Syansuri seorang pendiri dan pemimpin Pesantren Denanyar, Jombang serta salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dan pernah juga menjadi Rais 'Aam PBNU.
Dari pernikahannya ini KH. Abdul Wahid Hasyim dikaruniai enam anak putra dan putri, di antaranya:
1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
2. Nyai Hj. Aisyah Hamid Baidlowi
3. KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah)
4. KH. Umar Wahid
5. Nyai Lily Khadijah
6. Kyai Hasyim Wahid
1.3 Wafat
Tanggal 19 April 1953 merupakan hari berkabung, waktu itu hari Sabtu tanggal 18 April, KH. Abdul Wahid Hasyim bermaksud pergi ke Sumedang untuk menghadiri rapat Nah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

