KH. Abdullah Rifa’i adalah ulama kharismatik berasal dari Pati dan pengasuh pesantren Mansajul Ulum Cibolek, Pati, Jawa Tengah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
DAFTAR ISI
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru
3 Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-murid
4 Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Perjalanan Mengasuh Pondok Pesantren
4.2 Menjadi Rujukan Ulama di Masanya
4.3 Peduli dengan Lingkungan
4.3 Aktif di Masyarakat dan politik
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdullah Rifa’i lahir sekitar awal tahun 1940-an atau akhir tahun 1930-an di Bugel Pecanga’an Jepara dari pasangan Kyai Ahmad Rifa’i dan Nyai Mustamah.
Beliau lahir dari lingkungan keluarga santri kampung. Meskipun ayah beliau bukan seorang Kyai yang mengasuh pesantren, tetapi Mbah Ahmad Rifa’i adalah seorang guru ngaji yang pada saat itu telah berkiprah dalam melahirkan madrasah Mathali’ul Huda, Bugel, yang terkenal hingga sekarang. Sementara ibu beliau adalah seorang pedagang kecil di Pasar Tradisional. Tetapi keluarga besar mbah Mastamah, termasuk orang tuanya, dikenal sebagai para inisiator berdirinya pesantren-pesantren kecil di desa Bugel saat itu.
Mbah Dullah, sapaan akrab beliau. KH. Abdullah Rifa’i adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kedua saudara beliau itu bernama Mustarikhah dan Ahmad Sakhowi. Dalam usianya kurang lebih delapan tahun, beliau telah ditinggal wafat oleh ayahandanya.
Dalam kisah yang diceritakan olehnya kepada putra-putrinya dulu, ayahandanya wafat dengan sangat mendadak. Saat itu ayahandanya, Mbah Ahmad Rifa’i, sedang mengunjungi keluarganya di tanah kelahirannya di desa Sendang Purwogondo, Jepara. Tiba-tiba saat berwudhu hendak shalat beliau merasakan sakit perut, tidak lama kemudian lemas dan meninggal dunia.
Karena sulitnya transportasi pada saat itu, maka jenazah ayahandanya tidak dibawa pulang ke Bugel, melainkan dimakamkan di desa Sendang, tempat kelahiran beliau. Sepeninggal ayahandanya, tiga bersaudara itu menjalani masa kecilnya dalam keadaan yatim. Mbah Dullah sendiri saat itu baru saja selesai dikhitan.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Abdullah Rifa’i menikahi putri KH. Muhammadun bernama Nyai Hj. Salamah. Dari pernikahan KH. Abdullah Rifa’i dengan Nyai Salamah dikaruniai tujuh anak, yang kelak menjadi penerusnya.
1.3 Wafat
KH. Abdullah Rifa’i menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang tepat pada hari Selasa tanggal 22 Syawal 1424 H/16Desember 2003 M
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Setelah kepergian ayahandanya, Mbah Dullah diboyong ke Kajen oleh adik kandung ibu beliau, Nyai Aisyah yang merupakan istri dari KH. Abdullah Zain Salam Kajen. Di Kajen
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

