KH. Usman Cepu beliau adalah ulama kharismatik dan pendiri pesantren Assalam Cepu. Beliau sangat berjasa atas pendirian Nahdaltul Ulama cabang Cepu.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus
3.1 Anak-Anak
3.2 Murid-Murid
4 Jasa, Organisasi, dan Karier
4.1 Jasa-Jasa
4.2 Riwayat Organisasi
4.3 Karier
5 Referensi
6 Chart Silsilah Sanad
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Usman Cepu memiliki nama kecil Sholihin dan nama populer beliau adalah Usman, beliau lahir pada bulan September 1882 M atau bulan Syawal 1299 H. Adalah putra ketiga dari pasangan KH. Abu Syukur dan Nyai Hj. Fatimah bin Abdul Qadir. KH. Usman bukanlah orang asli Cepu melainkan dari Dusun Ketawang, Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Usman Cepu menikah dua kali, istri pertamanya bernama Hj. Siti Saifura dan dikaruniai 4 anak, yakni KH. A. Syadzili Usman, Nyai Hj. Masturoh, Nyai Hj. Mahruro, dan KH. A. Muhaimin Usman.
Istri keduanya bernama Nyai. Hj. Siti Channah dan dikaruniai 4 anak juga, yakni KH. Machrus Usman, KH. Machsun Usman, KH. Maghfur Usman, dan KH. Al Ghozi.
1.3 Wafat
Pada tanggal 24 Desember 1955, hari Sabtu selepas shalat Dhuha beliau wafat, dan jenazah beliau dimakamkan di Komplek Pemakaman Bani Usman Jalakan Padangan Bojonegoro.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Usman Cepu tinggal dan dididik di pesantren orang tuanya, yakni Pesantren Abu Syukur di Dusun Ketawang hingga umur 12 tahun, setelah itu beliau menimba ilmu di berbagai pesantren di antaranya Pesantren Sarang yang diasuh Kyai Syu'aib 1894-1899 M, Pesantren Langitan yang diasuh Kyai M. Faqih 1899-1902 M, dan Pesantren Tebuireng yang diasuh Kyai Asy'ari bin Abdul Wahid 1907-1910 M.
Lalu melanjutkan menimba ilmu di Makkah, di sana beliau belajar di bawah asuhan Syakh Bakir, Syekh Mahfud Termas, Syekh Ahmad Katib Padang, Syaikh M. Said Al-Yamani, Sayyid Alawi bin Ahmad Assegaf, Syekh Umar Bajunaid, Syekh M. Sholeh Bafadol, Syaikh A. Amin Al-Attor, Syaikh Jamal Al-Maliki, Sayyid Ahmad Zawawi, Sayyid Sulton bin Hasyim, Syaikh Ibrahim Al-Madani.
Di Makkah KH. Usman Cepu juga ikut serta cabang Sarekat Islam bersama KH. Wahab Chasbullah, Kyai Abbas Jember, KH. Asnawi Kudus, dan KH. Dahlan Kertosono untuk mempertahankan Nusantara.
2.2 Guru-Guru
1. Kyai Syu'aib
2. Kyai M. Faqih
3. Kyai Asy'ari bin Abdul Wahid
4. Syekh Bakir
5. Syekh Mahfud Termas
6. Syekh A. Katib Padang
7. Syaikh M. Said Al-Yamani
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

