KH. Soekandar atau yang kerap dipanggil dengan sapaan KH. Yasin dilahirkan sekitar tahun 1890-an di desa Cebolek kecamatan Margoyoso kabupaten Pati.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Penerus
4.1 Murid-Murid
5. Ijazah Dalail Al-Khairat
6. Teladan
7. Karya
8. Chart Silsilah Sanad
9. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Soekandar atau yang akrab dipanggil KH. Yasin lahir sekitar tahun 1890-an di Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Beliau merupakan anak yang ke-7 dari 9 bersaudara. Ayah beliau bernama H. Amin (Nama aslinya Tasmin) dengan Nyai Salamah. Sejak kecil Kyai Yasin telah menjadi Yatim, karena ketika ayahnya pergi haji ke tanah suci, sang ayah meninggal di sana dan kemudian dimakamkan di Baqi`.
Sepeninggal ayahnya, Kyai Yasin kecil kemudian diangkat anak oleh Mbah Salam yang merupakan ayah dari Mbah Abdullah Salam atau kakek dari pada KH. Sahal Mahfudz Kajen Pati.
1.2 Riyawat Keluarga
KH. Yasin menikah dengan seorang gadis bernama Nyai Muthi`ah binti KH. Yasir Jekulo yang merupakan salah satu ulama di Desa Jekulo pada waktu itu. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua putra dan 2 putri, yakni:
1. Hj. Nafisatun (istri KH. Muhammadun Pondowan),
2. KH. Mumammad (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qaumaniyah),
3. Nyai Hj. Muslimah,
4. KH. Sanusi.
1.3 Wafat
KH. Yasin wafat pada hari Rabu Pon, 30 Desember 1953 M/ Rabiul Akhir 1373 H, beliau dimakamkan di samping Masjid Jami` Kauman. Beliau wafat setelah sekitar 35 tahun mengasuh para santrinya. Makam beliau banyak dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Semasa kecil, Kyai Yasin sangat rajin dalam mempelajari ilmu agama baik mengaji di lingkungan desanya maupun di tempat lain. Ketika mondok, Kyai Yasin kecil dikenal sebagai santri yang cerdas, lincah dan dapat mengikuti semua pelajaran dengan baik.
Tercatat bahwa Kyai Yasin pernah belajar dari beberapa Ulama lainnya, di antaranya, adalah KH. Kholil Bangkalan Madura, KH. Abdussalam bin Abdullah Kajen Pati, KH. Sanusi bin Ya`qub Jekulo, KH. Nawawi Sidogiri, KH. Kholil Harun Kasingan Rembang, Mbah Amir Pekalongan dan masih banyak lagi. Setelah lama belajar di tanah air, beliau melanjutkan pendidikannya ke tanah suci Makkah untuk memperdalam ilmu agama.
Di kota suci ini KH. Yasin belajar kepada ulama-ulama besar Makkah. Setelah sekian lama belajar ilmu pengetahuan di tanah suci, akhirnya
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

