Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

wafat 0655 M · 14.345 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Abu Dzar Al-Ghifari merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terdahulu memeluk Islam. Beliau langsung mendatangi Rasulullah di Mekkah untuk menyatakan keislamannya.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Kisah-kisah
2.1  Sebelum Memeluk Islam
2.2  Memeluk Islam dan Tugas Pertama

3.    Teladan
3.1  Pendirian yang Kokoh dalam Mensyiarkan Kesetaraan Sosial

4.    Chart Silsilah
4.1  Chart Silsilah Sanad

5.    Referensi

Abu Dzar Al-Ghifari merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terdahulu memeluk Islam. Beliau langsung mendatangi Rasulullah di Mekkah untuk menyatakan keislamannya.

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Abu Dzar Al-Ghifari terlahir dengan nama Jundub. Kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti, namun para sejarah hanya mencatat beliau lahir dan tinggal dekat jalur kafilah Mekkah, Syria.

1.2 Wafat

Abu Dzar Al-Ghifari wafat di Rabza, sebuah kampung kecil di jalur jalan kafilah Irak Madinah pada 8 Dzulhijjah 34 hijriyah.

2. Kisah-Kisah

2.1 Sebelum Memeluk Islam

Abu Dzar sebelum memeluk Islam, beliau dulu adalah seorang perampok yang mewarisi karir orang tuanya selaku pimpinan besar perampok kafilah yang melaui jalur itu. Teror di wilayah sekitar jalur perdagangan itu selalu dilakukannya untuk mendapatkan harta dengan cara mudah. Hidupnya penuh dengan kejahatan dan kekerasan. Siapa pun di tanah Arab masa itu tahu, jalur perdagangan Mekkah-Syiria dikuasai perampok suku Ghiffar, sukunya.

Namun begitu, hati kecil Abu Dzar sesungguhnya tak menerimanya. Pergolakan batin membuatnya sangat menyesali perbuatan buruk tersebut. Akhirnya ia melepaskan semua jabatan dan kekayaan yang dimilikinya. Kaumnya pun diserunya untuk berhenti merampok. Tindakannya itu menimbulkan amarah sukunya. Abu Dzar akhirnya hijrah ke Nejed bersama ibu dan saudara laki-lakinya, Anis, dan menetap di kediaman pamannya.

Di tempat ini pun ia tidak lama. Ide-idenya yang revolusioner berkait dengan sikap hidup tak mengabaikan sesama dan mendistribusikan sebagian harta yang dimiliki, menimbulkan kebencian orang-orang sesuku. Ia pun diadukan kepada pamannya. Kembali Abu Dzar hijrah ke kampung dekat Mekkah.

2.2 Memeluk Islam dan Tugas Pertama

Setelah Abu Dzar kembali dan menetap dekat Mekkah, beliau mendengar kabar dari Anis tentang kehadiran Rasulullah SAW dengan ajaran Islam dan beliau pun segera menemui Rasulullah. Melihat ajarannya yang sejalan dengan sikap hidupnya selama ini, akhirnya beliau pun masuk Islam. Tanpa ragu-ragu, beliau memproklamirkan keislamannya di depan Ka’bah, saat semua orang masih merahasiakan karena khawatir akan akibatnya. Tentu saja pernyataan ini menimbulkan amarah warga Mekkah. Beliau pun dipukuli dan hampir saja terbunuh bila Abbas, paman Rasulullah, tidak melerai dan mengingatkan warga Mekkah bahwa Abu Dzar adalah warga Ghiffar yang akan menuntut balas jika mereka membunuhnya.

Sejak itu, Abu Dzar menghabiskan hari-harinya untuk mencapai kejayaan Islam. Tugas pertama yang diembankan Rasul di pundaknya adalah mengajarkan Islam di kalangan sukunya. Terny

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+