Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Al-Imam Hasan bin Ali bin Abu Thalib
✓ Terverifikasi Tim Riset

Al-Imam Hasan bin Ali bin Abu Thalib

wafat 0670 M · 10.280 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Hasan bin Ali bin Abu Thalib lahir pada bulan Ramadhan tahun ketiga hijriyah menurut kebanyakan para ulama sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Hasan bin Ali bin Abu Thalib

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Kisah-kisah
2.1  Menolak Menjadi Khalifah

3.    Referensi

Hasan merupakan putra sulung sahabat Ali bin Abu Thalib dengan Fatimah. Beliau diangkat sebagai khalifah sepeninggal ayahnya, namun beliau lebih mengutamakan tidak berperang, menghindari pertumpahan darah sesama muslim, untuk itu beliau menyerahkan kursi ke khalifahan kepada sahabat Muawwiyah sampai beliau meninggal.

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Hasan bin Ali bin Abu Thalib lahir pada bulan Ramadhan tahun ketiga hijriyah menurut kebanyakan para ulama sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar.

1.2 Wafat

Hasan bin Ali bin Abu Thalib wafat pada tahun 50 hijriyah.

2. Kisah-kisah

2.1 Menolak Menjadi Khalifah

Setelah ayah beliau Ali bin Abi Thalib radhiya­llahu ‘anhu terbunuh, sebagian kaum muslimin membai’at beliau, tetapi bukan karena wasiat dari Ali. Berkata Syekh Muhibbudin al-Khatib bahwa diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya juz ke-1 hal. 130 setelah disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib akan terbunuh mereka berkata kepadanya: “Tentukanlah penggantimu bagi kami.” Maka beliau menjawab: “Tidak, tetapi aku tinggalkan kalian pada apa yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” Dan disebutkan oleh beliau (Muhibuddin Al-Khatib) beberapa hadis dalam masalah ini. Tetapi setelah itu Al-Hasan menyerahkan ketaatannya kepada Mu’awiyah untuk mencegah pertumpahan darah di kalangan kaum muslimin.

Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab As-Shulh dari Imam Al-Hasan Al-Bashri, dia berkata: Demi Allah Al-Hasan bin Ali telah menghadap Mu’awiyah beserta beberapa kelompok pasukan berkuda ibarat gunung, maka berkatalah ‘Amr bin ‘Ash: “Sungguh aku berpen­dapat bahwa pasukan-pasukan tersebut tidak akan berpaling melainkan setelah membunuh pasukan yang sebanding dengannya”. Berkata kepadanya Mu’awiyah dan dia demi Allah yang terbaik di antara dua orang: “Wahai ‘Amr! Jika mereka sa­ling membunuh, maka siapa yang akan memegang urusan manusia? Siapa yang akan menjaga wanita-­wanita mereka? Dan siapa yang akan menguasai tanah mereka?” Maka ia mengutus kepadanya (Al-­Hasan) dua orang utusan dari Quraisy dari Bani ‘Abdi Syams Abdullah bin Samurah dan Abdullah bin Amir bin Kuraiz, ia berkata: “Pergilah kalian berdua kepada orang tersebut! Bujuklah dan ucapkan kepadanya serta mintalah kepadanya (perdamaian.)” Maka keduanya mendatangi­nya, berbicara dengannya dan memohon pada­nya) kemudian di akhir hadis Al-Hasan bin Ali meriwayatkan dari Abi Bakrah bahwa dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas mimbar dan Hasan bin Ali di sampingnya beliau sesaat menghadap kepada manusia dan sesaat melihat kepadanya seraya berkata:

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+